INDOZONE.ID - Instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, untuk menutup seluruh aktivitas tambang emas di Aceh kembali menimbulkan gelombang kesedihan, terutama bagi emak-emak yang bekerja di pertambangan Kabupaten Nagan Raya.
Mereka tak kuasa menahan air mata. Pasalnya, tambang emas yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga terancam berhenti total, Minggu (28/9/2025).
Selama ini, tambang emas di Nagan Raya telah menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Perputaran uang dari hasil tambang emas membuat daya beli di pasar-pasar UMKM meningkat pesat.
Baca juga: Pemerintah Aceh Tengah Berhasil Hadirkan 295 Koperasi Merah Putih
Bahkan, pembangunan di berbagai desa seperti Pulau Raga, Kila, Senagan Timur, Krueng Neuang Beutong, hingga Tuwing Meleusong banyak terbantu dari hasil tambang emas tersebut.
“Pembangunan masjid seperti Agoi dan Blang Lemak yang menelan biaya miliaran rupiah murni dari swadaya masyarakat tambang emas, meskipun ada bantuan dari pemerintah daerah,” ujar seorang warga.
Bahkan, seluruh unit ekskavator yang beroperasi di lokasi tambang merupakan milik warga setempat, bukan milik perusahaan. Sebagian dibeli secara patungan, ada juga yang dikredit oleh kelompok emak-emak pedulang emas.
Masyarakat sekitar pertambangan pun membantah tuduhan adanya setoran uang kepada pihak keamanan sebagaimana pernah diungkapkan oleh Panitia Khusus DPR Aceh.
“Kami tidak pernah menyetor uang hasil emas ke pihak mana pun. Hasil tambang itu murni untuk kehidupan masyarakat,” tegas seorang warga.
Warga berharap pemerintah tidak hanya mengeluarkan instruksi penutupan, tetapi juga memberikan pembinaan agar aktivitas tambang emas bisa berjalan sesuai aturan dan tidak merusak lingkungan.
“Kalau tambang ditutup, bagaimana kami bisa menyekolahkan anak-anak dan membiayai kebutuhan sehari-hari? Hidup kami sudah bergantung di sini. Jangan hanya menutup tanpa solusi,” ucap seorang ibu pedulang emas sambil meneteskan air mata.
Baca juga: Genjot PAD, DPRK Aceh Tengah Minta Akselerasi Pemasangan Tapping Box bagi Pelaku Usaha
Masyarakat pun menyindir langkah Gubernur Mualem yang dianggap bertolak belakang dengan janji saat kampanye sebelum menjadi gubernur.
“Berarti Gubernur benar-benar menjalankan visinya dengan meningkatkan pengangguran di Aceh,” pungkas warga dengan nada mengeluh, sembari berdoa agar Mualem membuka hati demi rakyat Aceh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan