Fortune Indonesia 100 Tahun 2025: Jasa Marga Kukuhkan Posisi sebagai Pemimpin Industri Jalan Tol
INDOZONE.ID - Nama PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali bersinar di panggung nasional setelah berhasil masuk ke dalam daftar Fortune Indonesia 100 Tahun 2025.
Perusahaan yang identik dengan bisnis jalan tol ini menempati urutan ke-47, menegaskan posisinya sebagai market leader sekaligus pionir industri jalan tol di Indonesia.
Penghargaan tersebut diterima oleh Corporate Secretary and Chief Administration Officer Jasa Marga, Ari Wibowo.
Menurut manajemen, pencapaian ini merupakan bukti nyata strategi perusahaan yang konsisten dalam menjaga kinerja sekaligus menghadirkan inovasi berkelanjutan di sektor infrastruktur.
Baca juga: Panen Minim, Harga Cabai Merah Di Lhokseumawe Melonjak
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh jajaran perusahaan.
“Untuk meningkatkan kepercayaan pengguna jalan tol, Jasa Marga mempercepat transformasi digital, meningkatkan standar keselamatan dan kenyamanan, serta menerapkan praktik keberlanjutan berbasis Environmental, Social, dan Governance (ESG)," kata dia dalam keterangannya.
Kinerja Jasa Marga di tahun 2024 mencatat pertumbuhan signifikan di berbagai sektor. Pendapatan usaha naik hingga 20,3% year-on-year (yoy) menjadi Rp18,7 triliun.
Dari angka itu, pendapatan tol berkontribusi sebesar Rp17,2 triliun, sementara usaha lain menyumbang Rp1,5 triliun.
Baca juga: Potongan 20% Banyak Disetujui Ojol, Asal Dapat Asuransi hingga Orderan yang Banyak
EBITDA pun tumbuh 27,3% mencapai Rp12,6 triliun, dan Core Profit meningkat 36% yoy menjadi Rp3,7 triliun.
Angka-angka tersebut menunjukkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat stabilitas keuangan perusahaan.
Sepanjang 2024, Jasa Marga melaksanakan berbagai langkah strategis, mulai dari aksi korporasi equity financing pada PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), penyesuaian tarif tol sesuai jadwal, hingga memastikan layanan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Semua ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan serta kepercayaan lebih kepada pengguna jalan tol.
Baca juga: Dividend Growth Investing: Strategi Investasi Jangka Panjang yang Bikin Dompet Tenang
Sebagai pengelola jalan tol terbesar, Jasa Marga mengoperasikan jaringan sepanjang 1.294 km, setara dengan 42% total jalan tol di Indonesia.
Dengan konsesi mencapai 1.736 km, perusahaan juga tengah menggarap sejumlah proyek besar, antara lain Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo, dan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi.
Proyek-proyek tersebut diharapkan memperkuat konektivitas dan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Strategi Jasa Marga juga difokuskan pada sinergi bisnis. Ada tiga lini utama yang diperkuat, yakni konsesi jalan tol, pengoperasian oleh PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), dan preservasi jalan tol melalui PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).
Baca juga: Banggar DPR Desak Penyaluran Dana Rp200 Triliun dari Himbara Fokus ke UMKM
Selain itu, potensi lini bisnis prospektif melalui PT Jasamarga Related Business (JMRB) terus digarap untuk melengkapi rantai nilai Perseroan.
Menatap tahun 2025, Jasa Marga optimis dapat mempertahankan momentum positif dengan indikator kinerja yang lebih baik. Fokus utama tetap pada pertumbuhan arus lalu lintas, penyesuaian tarif yang sesuai jadwal, serta pemenuhan standar pelayanan.
Dengan strategi tersebut, Jasa Marga semakin mengukuhkan diri sebagai market leader jalan tol dan pilar utama pembangunan infrastruktur nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jasamarga.com