Dalam beberapa tahun terakhir, tren sewa properti di Indonesia meningkat tajam. Masyarakat nampaknya lebih banyak yang minat untuk usaha dari berbagai kelas.
Tak ayal, permintaan terhadap properti komersial seperti ruko, ruang usaha, dan kantor melonjak hingga 61,9% dibandingkan semester pertama tahun 2024, berdasarkan data resmi Rumah123. Menariknya, dari total permintaan tersebut, sebanyak 78% konsumen lebih memilih opsi sewa dibandingkan membeli, mengindikasikan bahwa pasar sewa kini menjadi peluang besar yang tidak bisa diabaikan.
Tren Sewa Tetap Tinggi, Didorong Kebutuhan Bisnis
Fleksibilitas menjadi salah satu alasan utama banyak pelaku usaha lebih memilih menyewa dibandingkan membeli properti. Bagi banyak pengusaha, terutama yang baru merintis atau sedang ekspansi, menyewa memberikan ruang gerak yang lebih fleksibel dalam hal lokasi, ukuran, hingga biaya operasional.
"Untuk tren sewa masih cukup tinggi, khususnya untuk residential dan juga ruang usaha, dan juga ada beberapa kategori yang kita lihat index harga property yang kita ukur juga meningkat,” kata CEO Rumah123 Wasudewan dalam acara HARPROPNAS FEST 2025, di Kota Kasablanka, Selasa (16/9/2025).
Baca juga: 5 Stadion Ikonik Klub Premier League Kini Tinggal Kenangan, Ada yang Disulap Jadi Pusat Properti
Permintaan Sewa dari Beragam Segmen
Permintaan sewa ruang usaha kini datang dari berbagai lapisan pelaku bisnis. Mulai dari pelaku UMKM yang membutuhkan kios kecil di area pemukiman padat, hingga perusahaan menengah yang mencari ruko di kawasan komersial untuk showroom atau kantor cabang.
Bahkan, sejumlah perusahaan besar turut meramaikan pasar dengan menyewa ruang kantor di pusat kota untuk memperluas jaringan bisnisnya.
Karena itu, pihaknya pun menyuplai banyak jenis aset properti yang cocok untuk kegiatan usaha. Ternyata gak cuma properti baru yang disiapkan, segmen secondary alias properti second pun kini dilirik karena sering kali menawarkan harga lebih kompetitif dan lokasi yang sudah mapan.
“Yang menarik sekarang jumlah pengunjung yang masuk ke halaman untuk properti di situsnya menuju halaman properti turun harga. Jadi itu juga cukup tinggi, dan juga permintaan kepada ruang usaha maupun aset kelihatan juga meningkat,” tambahnya.
Wilayah Paling Diminati untuk Ruang Usaha
Dari sisi lokasi, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan tingkat popularitas tertinggi sebagai destinasi pencarian ruang usaha, yaitu sebesar 13,6%. Wilayah lain seperti Jakarta Barat (12,3%) dan Tangerang (11,6%) juga mencatat permintaan tinggi.
Disusul oleh Jakarta Utara (8,1%), Jakarta Pusat (5,8%), Bandung (7,4%), dan Surabaya (4,7%). Sementara wilayah lain seperti Bekasi, Badung, Denpasar, dan Jakarta Timur juga terus menunjukkan pertumbuhan minat yang stabil.
Baca juga: 15 Tips Investasi di Bidang Properti Langsung dari Pakar
Penuhi Kebutuhan Pasar
Kolaborasi strategis ini makin diperluas dengan menggandeng Pertamina Patra Niaga dan Signify Indonesia. Mereka kompak untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Seperti yang dikatakan Vice President Retail Fuel Sales Pertamina Windrian Kurniawan, properti yang berada di area dengan trafik tinggi kini semakin diburu karena potensi pasarnya lebih besar. Salah satunya adalah SPBU yang kini kerap dijadikan lahan usaha oleh masyarakat hingga ke pelosok Indonesia.
“Begitu ada SPBU yang kemudian memiliki success story itu akan menciptakan faktor baru bagi kami, yang nantinya para pengusaha yang sudah menjadi mitra kami, mereka bisa berbagi cerita ke orang lain, sehingga kami bisa lebih masif lagi, mengoptimalkan peluang ini,” katanya.
Lalu, Head of Brand Marketing Consumer Signify Indonesia Burhan Noor Sahid melihat saat ini ada peluang besar untuk memperluas edukasi kepada masyarakat lewat proyek bersama para developer, yang pada akhirnya akan menjangkau end-user.
"Edukasi ini menekankan bahwa pencahayaan bukan hanya sekadar penerangan, tetapi juga menghadirkan nilai lebih berupa personalisasi. Mulai dari peningkatan produktivitas, menciptakan estetika ambience, pengaturan jadwal, hingga menghadirkan pengalaman home entertainment melalui digitalisasi dengan solusi lampu pintar," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan