Selasa, 05 AGUSTUS 2025 • 00:00 WIB

Digempur Penjual Online, Pedagang Bendera dan Pernak pernik 17an Di Boyolali Tetap Bertahan Meski Sepi Pembeli

Author

Pedagang bendera merah putih dan pernak pernik 17-an (Eksani/Z Creators)

INDOZONE.ID - Jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80, pedagang bendera merah putih dan pernak-pernik 17-an mulai membanjiri sepanjang Jalan Pandanaran, Kota Boyolali. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti Kabupaten Garut, Tasikmalaya, hingga Kota Bandung.

Salah satunya adalah Ujang Gandi (52), asal Kabupaten Garut, Jawa Barat. Menurutnya, “Semenjak ada penjual online, dagangan saya seperti bendera dan pernak-perniknya kini sepi karena bersaing dengan yang jualan online. Seperti umbul-umbul merah putih ini, kalau di online bisa dijual Rp20.000 per biji, sementara saya beli di konveksinya saja tidak bisa dapat harga segitu.

Saya jual bendera merah putih rata-rata Rp30.000 per biji, namun bisa juga saya jual Rp25.000 tergantung penawaran pembeli. Kalau yang paling murah, ukuran 90 sentimeter, harganya Rp15.000 per biji. Dengan adanya para penjual online tersebut, omzet saya berkurang. Dulu, di tahun 2022 hingga 2024 saat momen Agustusan, saya bisa dapat Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari. Namun sekarang ini, mau dapat Rp1 juta saja susah.”

Baca juga: Pemkot Jaksel Tinjau Lokasi Relokasi Pedagang Barito, Siapkan Sentra Baru di Lenteng Agung

Ujang Pedagang Bendera dan pernak pernik 17an asal Garut (Eksani/Z Creators)

“Saya sendiri sudah jualan pernak-pernik Agustusan selama 16 musim, jadi ya sudah 16 tahunan jualan di sini, di Jalan Pandanaran, Boyolali Kota. Saya datang ke sini sejak tanggal 21 Juli 2025. Biasanya sampai tanggal 5 Agustus sudah pulang, namun karena melihat barang dagangan masih banyak, ya kemungkinan pulangnya sekitar tanggal 15 Agustus. Setiap datang jualan ke Boyolali ini saya bawa sekitar 80 kodi. Pada tahun 2022 yang lalu bahkan sampai bisa habis, namun kali ini masih banyak, dan jika nanti tidak habis, ya terpaksa dibawa pulang ke Garut,” ujarnya, Minggu (3/8/2025).

Pantauan Z Creators Eksani, para pedagang musiman tersebut sudah mulai menjual dagangan mereka mulai dari Batas Kota Boyolali sebelah timur, Kantor Kejaksaan Negeri Boyolali, sekitar Simpang Siaga Boyolali Kota, Jembatan Kridanggo, hingga di depan Kantor Kelurahan Banaran, Boyolali Kota.

Baca juga: Ada Ancaman Bagi Pedagang KP3B Tidak Bayar Tidak Bisa Jualan

Salah satu pembeli, Suwarni, warga Sidomulyo, Ampel, mengatakan, “Saya awalnya ke Boyolali mau beli peralatan dapur untuk masak. Lah, kok sudah banyak pedagang yang menjual bendera merah putih di tepi Jalan Pandanaran. Ya saya langsung beli saja. Ini saya beli tiga buah, harganya Rp80.000. Nanti langsung dipasang, biar ramai saja depan rumah dan rencana untuk selamatan di rumah. Saya kalau tahun lalu belinya di dekat Jembatan Simpang Siaga itu, namun kali ini di dekat Kelurahan Banaran. Tadi juga saya tawar-menawar. Awalnya Rp100.000 dapat tiga, namun saya tawar Rp75.000 nggak dikasih, dan Rp80.000 baru bisa dikasihkan. Harapan saya di Hari Kemerdekaan ini Indonesia tetap maju dan selamat, masyarakat cari rezeki diparingi lancar, dan ayo menyemarakkan Hari Kemerdekaan ini dengan memasang bendera merah putih,” ujarnya.

Selain menjual bendera merah putih dan pernak-pernik Agustusan, para pedagang juga menjual bendera Palestina. Namun, saat pedagang ditanya tentang bendera One Piece, mereka kompak tidak menjualnya karena saat ini sedang kontroversial. Mereka mengaku lebih aman menjual bendera merah putih dan pernak-pernik lainnya saja, seperti umbul-umbul dan bendera merah putih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU