INDOZONE.ID - Bakal Calon Ketua Umum BPP HIPMI, William Heinrich, menegaskan adanya kesinambungan kuat antara gagasan HIPMI 8 persen dengan visi pembangunan ekonomi nasional yang diusung oleh Presiden RI, yakni Prabowo Subianto.
Dalam paparannya, William mengatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen merupakan kebutuhan strategis yang tidak dapat ditawar.
Dia menilai bahwa Indonesia harus segera melakukan lompatan besar untuk keluar dari jebakan middle income trap terlebih ditengah momentum bonus demografi yang menjadi peluang sekaligus tantangan bagi masa depan bangsa.
"Keterbatasan fiskal pemerintah membuat kolaborasi dengan sektor riil menjadi sebuah keharusan," katanya seperti dikutip pada Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Prabowo dan Putin Bahas Kerja Sama Energi, Fokus Perkuat Ketahanan Nasional
Dalam hal ini, HIPMI diposisikan tidak lagi sebagai organisasi pelengkap, melainkan sebagai aktor utama yang mampu menggerakkan ekonomi melalui penciptaan nilai tambah. Menurutnya, perubahan peran ini menjadi kunci dalam mendukung percepatan pembangunan ekonomi nasional.
William juga menyoroti pentingnya efisiensi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Tingginya rasio ICOR di Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan modal masih belum optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, HIPMI akan mendorong peningkatan Total Factor Productivity (TFP) melalui digitalisasi usaha, pemanfaatan teknologi, serta efisiensi dalam rantai pasok," ujarnya.
Dengan langkah ini, investasi yang masuk diharapkan mampu menghasilkan output yang lebih besar dan efisien. Di sisi lain, ia menggarisbawahi pentingnya memperluas basis penerimaan negara.
Baca juga: Prabowo Minta Hilirisasi Dipercepat, SDA Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional
Dalam kondisi pemerintah yang menjaga daya beli masyarakat, termasuk dengan mempertahankan tarif PPN di angka 11 persen, William menawarkan pendekatan melalui penciptaan lapangan kerja formal.
"HIPMI akan difokuskan sebagai wadah pembinaan pengusaha muda yang mampu tumbuh dan berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan negara secara berkelanjutan," katanya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, William menargetkan lahirnya 10.000 pengusaha produktif baru. Dia juga berencana melakukan pembenahan indikator kinerja organisasi dengan menitikberatkan pada keberhasilan usaha anggota, daya tahan bisnis, serta kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.
Dia memproyeksikan bahwa jika strategi ini berjalan optimal, anggota HIPMI dapat menyumbang tambahan output ekonomi hingga Rp 20 triliun di pasar domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara