Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 08 APRIL 2026 • 00:00 WIB

Loker Ada Kok, Menaker Yassierli Ungkap Langkah Kemnaker Jaga Stabilitas Lapangan Kerja

Loker Ada Kok, Menaker Yassierli Ungkap Langkah Kemnaker Jaga Stabilitas Lapangan KerjaMenaker Yassierli umumkan sistem peringatan dini PHK dan dorong pelatihan vokasi untuk jaga stabilitas pasar kerja Indonesia 2026. (Dok. Humas Kemnaker.)

INDOZONE.ID - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pemerintah tidak akan menunggu krisis terjadi. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pun sudah menyiapkan langkah untuk menjaga stabilitas pasar kerja Indonesia di tengah tekanan geopolitik global yang mulai berdampak ke industri dalam negeri.

Hal itu disampaikan Yassierli saat berbicara dalam Forum Jejaring Kemitraan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri, yang digelar bersama AmCham (Kamar Dagang Amerika di Indonesia) dan firma hukum SSEK di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Forum ini menjadi tanda bahwa pemerintah sudah serius menggandeng sektor swasta, termasuk perusahaan asing untuk urusan ketenagakerjaan.

Baca juga: Sertifikasi Jadi Nilai Tambah di Program MagangHub, Kemnaker Siapkan Skema Reward bagi Perusahaan

Salah satu langkah yang disiapkan adalah sistem peringatan dini PHK. Artinya, sebelum gelombang pemutusan hubungan kerja terjadi, pemerintah ingin lebih dulu tahu dan bisa merespons.

"Indonesia tak bisa hanya menunggu masalah terjadi. Kita harus bergerak cepat agar pasar kerja tetap stabil. Kemnaker menyiapkan sistem peringatan dini PHK, dialog bersama perusahaan dan pekerja, serta akselerasi program pelatihan dan peningkatan keterampilan," ujar Yassierli dalam pernyataannya yang diterima Indozone.

Loker Ada Kok, Menaker Yassierli Ungkap Langkah Kemnaker Jaga Stabilitas Lapangan KerjaMenaker Yassierli umumkan sistem peringatan dini PHK dan dorong pelatihan vokasi untuk jaga stabilitas pasar kerja Indonesia 2026. (Dok. Humas Kemnaker.)

Baca juga: Jangan Telat! Kemnaker Buka Sertifikasi Ahli K3 Batch 2, Pendaftaran Mulai 6 April 2026

Lowongan Kerja Ada Kok

Yassierli menyoroti masalah yang sebenarnya sudah lama ada, yakni banyak lowongan kerja tersedia, tapi informasinya tidak sampai ke orang yang membutuhkan. Hal itu terjadi karena kesenjangan antara kualifikasi pencari kerja dan kebutuhan industri juga masih lebar.

Untuk menjembatani itu, Kemnaker mendorong perusahaan melaporkan kebutuhan tenaga kerja melalui platform KarirHub SIAPKerja, yakni sistem rekrutmen digital milik pemerintah yang dirancang agar proses pencarian kerja lebih transparan dan mudah diakses publik.

Yassierli secara tegas mengajak AmCham terlibat langsung dalam pelatihan pekerja low-medium skill, kelompok yang paling rentan terdampak perubahan industri dan otomasi. Keterlibatan asosiasi bisnis Amerika ini relevan mengingat banyak perusahaan anggota AmCham beroperasi di sektor manufaktur dan jasa yang padat tenaga kerja.

"Selain menyiapkan peluang kerja, kita juga mendorong akses setara bagi penyandang disabilitas. Dunia kerja yang sehat bukan hanya soal pertumbuhan, tapi juga soal kesempatan yang adil untuk semua," tambah Yassierli.

Menaker pun tidak menutup mata soal ancaman otomasi dan kecerdasan buatan atau AI terhadap lapangan kerja. Kemnaker, katanya, siap memfasilitasi adaptasi perusahaan terhadap perubahan teknologi agar pasar kerja tetap inklusif.

"Semua tantangan ini harus kita hadapi bersama demi stabilitas pasar kerja nasional," ujar Yassierli.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemnaker

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Loker Ada Kok, Menaker Yassierli Ungkap Langkah Kemnaker Jaga Stabilitas Lapangan Kerja

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!