Ilustrasi Saham. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Harga minyak mulai stabil dan saham-saham Asia sebagian besar diperdagangkan lebih rendah pada perdagangan Selasa (31/3/2026).
Sinyal tentang de-eskalasi perang Iran masih campur aduk, belum ada kejelasan kapan konflik akan berakhir.
Nikkei 225 Jepang turun 1,2 persen ke 51.245,50. Kerugian akibat perang Iran yang dimulai 28 Februari telah menghapus seluruh keuntungan yang diperoleh indeks tersebut dari awal tahun. Kospi Korea Selatan anjlok 3,4 persen ke 5.097,11.
Baca juga: Mendagri Dukung Program Perumahan, Nilai BSPS Bermanfaat bagi Masyarakat Kurang Mampu
Minyak mentah Brent berada di 107,36 dolar per barel, turun kurang dari 0,1 persen. Sementara minyak mentah AS naik tipis 0,1 persen ke 102,94 dolar per barel.
Harga minyak melonjak tajam sepanjang Maret. Harga minyak Brent naik lebih dari 40 persen sejak perang Iran dimulai.
Pada Selasa, sebuah drone menghantam kapal tanker minyak Kuwait di perairan Dubai dan menyebabkan kebakaran. Sekutu AS di Teluk secara pribadi menyampaikan kepada Gedung Putih bahwa Iran belum cukup dilemahkan. Mereka mendesak Presiden Donald Trump untuk terus bertempur.
Baca juga: Minyak Tembus Batas, Iran Tuding AS Siapkan Invasi Darat
Sementara itu, Trump mengklaim AS sedang bernegosiasi dengan ketua parlemen Iran. Namun Iran membantah pembicaraan semacam itu terjadi.
Gangguan lalu lintas maritim di Selat Hormuz—tempat sekitar seperlima minyak dunia biasanya melintas—tetap menjadi titik nyeri bagi pasokan energi global. Iran disebut secara efektif telah menciptakan "pos tol" di sana.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Trump memiliki "opsi yang tersedia" sebagai respons terhadap ancaman Tehran untuk menguasai selat tersebut.
Baca juga: Kilang Minyak Kompak Padamkan Lampu Selama Satu Jam, Ini Dampaknya
Wall Street diperdagangkan bervariasi pada Senin (30/3). S&P 500 turun 0,4 persen ke 6.343,72.
Nasdaq komposit kehilangan 0,7 persen ke 20.794,64. Namun Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,1 persen ke 45.216,14.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AP News