Ilustrasi Pasar Bebas. (Freepik/tippapatt)
INDOZONE.ID - Kalau ngomongin ekonomi, istilah “pasar bebas” pasti sering banget muncul. Tapi jujur aja, banyak orang dengar istilahnya tapi belum benar-benar kebayang gimana cara kerjanya di dunia nyata.
Padahal, konsep pasar bebas itu sebenarnya dekat banget sama kehidupan sehari-hari kita. Dari harga makanan, gadget baru, sampai layanan ojek online, semuanya dipengaruhi oleh persaingan di pasar.
Yuk bahas konsep pasar bebas secara jelas, mulai dari pengertiannya, ciri-cirinya, tujuan dan fungsi, sampai dampak positif dan negatifnya bagi perekonomian!
Pembahasan ini juga terinspirasi dari video “The Free Market: Competition, Monopolies, and the Dynamics of Innovation” yang diunggah oleh channel YouTube @Sprouts.
Baca juga: Fundamental Dalam Ekonomi: Pondasi Penting, Tapi Sering Diremehkan Anak Muda
Pasar bebas adalah sistem ekonomi di mana harga barang dan jasa ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan, bukan dikontrol langsung oleh pemerintah. Jadi, siapa pun bebas jualan, siapa pun bebas beli, dan harga terbentuk dari interaksi antara penjual dan pembeli.
Di situasi ini, persaingan jadi hal yang wajar banget. Bahkan bisa dibilang, persaingan adalah “mesin utama” yang bikin pasar bebas terus bergerak.
Menurut Adam Smith, yang sering disebut sebagai bapak ekonomi modern, kompetisi itu sebenarnya cara alami untuk mengalokasikan sumber daya ke penggunaan yang paling dihargai.
Artinya, barang dan jasa akan mengalir ke orang yang paling membutuhkannya atau paling menghargainya.
Kalau transaksi terjadi, biasanya dua pihak sama-sama diuntungkan. Penjual dapat uang yang lebih bernilai bagi mereka, pembeli dapat barang yang lebih mereka butuhkan.
Walaupun mungkin masih merasa “ah mahal dikit ya”, tapi tetap merasa lebih untung daripada nggak transaksi sama sekali.
Ada beberapa tanda yang biasanya muncul dalam sistem pasar bebas.Pertama, kebebasan berusaha. Siapa pun bisa masuk ke pasar dan mulai bisnis, selama punya modal dan kemampuan.
Kedua, harga fleksibel. Harga bisa naik turun tergantung permintaan dan penawaran. Kalau barang langka tapi banyak yang mau beli, harga naik. Kalau barang melimpah tapi sedikit peminat, harga turun.
Ketiga, persaingan tinggi. Banyak penjual menawarkan produk serupa, jadi mereka harus terus bersaing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube