Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 20:33 WIB

PNM Bawa Nasib Warga Desa Diakui Pasar Global

PNM Bawa Nasib Warga Desa Diakui Pasar GlobalPNM bawa nasib warga desa diakui pasar global. (Pers rilis)

INDOZONE.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatat tonggak penting dalam dunia keuangan berkelanjutan. Pada Juni 2025, perusahaan jasa keuangan non bank ini berhasil menerbitkan Orange Bonds senilai Rp16 triliun sekaligus Orange Sukuk pertama di dunia. 

Langkah ini menempatkan Indonesia sejajar dengan pemain besar global, karena menjadi penerbit kedua di Asia dan kelima di dunia.

Seluruh penerbitan terserap hanya dalam delapan hari book building dengan tingkat kupon kompetitif 6,25 persen untuk tenor 1 tahun, 6,65 persen untuk 3 tahun, dan 6,85 persen untuk 5 tahun. 

Menariknya, banyak investor justru memilih tenor panjang yang menjadi indikasi kuat bahwa pasar percaya pada misi sosial PNM meski kondisi global tengah bergejolak.

Baca juga: Festival UMKM NTB: Menko Pemberdayaan Masyarakat dan Kementerian UMKM Perkuat Legalitas Nasabah PNM

“Momentum ini saya istilahkan sebagai mempertemukan Wall Street dengan Backstreet. Dana global kini bisa langsung menyentuh perempuan miskin di pelosok desa,” ujar Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi.

Kepercayaan investor tidak lahir tiba-tiba. Sejak 2015, PNM konsisten menjalankan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), pembiayaan berbasis kelompok dengan metode tanggung renteng. 

Hingga Agustus 2025, Mekaar telah menjangkau 13,3 juta perempuan prasejahtera di lebih dari 6.100 kecamatan di seluruh Indonesia.

Awalnya, hanya berfokus pada usaha subsisten, kini setidaknya 1,8 juta nasabah berhasil “naik kelas” ke Pegadaian dan BRI, untuk memperoleh pembiayaan lebih besar. 

Realisasi pembiayaan juga tumbuh pesat, dari Rp4,2 triliun (2017) menjadi Rp68,2 triliun (2024). Hingga Agustus 2025, penyaluran mencapai Rp43,3 triliun.

Kesuksesan PNM bukan hanya diukur dari pembiayaan. Pendapatan PNM Mekaar per Agustus 2025 tercatat Rp10,01 triliun dengan laba Rp1,02 triliun. 

Inovasi digital juga terus dikembangkan melalui aplikasi SenyuM Mobile, serta inisiatif pemberdayaan petani perempuan di Subang lewat program TJSL.

Baca juga: 4 Tahun Holding Ultra Mikro, PNM Hadirkan Senyum Jutaan Perempuan Indonesia

Di kancah internasional, PNM mempresentasikan model Mekaar pada forum PBB CSW ke-68 di New York, serta mendapat pengakuan berupa kunjungan pejabat Bangladesh untuk belajar dari sistem ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

PNM Bawa Nasib Warga Desa Diakui Pasar Global

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!