Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 01 AGUSTUS 2025 • 18:23 WIB

BPS Sebut Stimulus Ekonomi Akibatkan Deflasi Jasa Angkutan Penumpang

BPS Sebut Stimulus Ekonomi Akibatkan Deflasi Jasa Angkutan PenumpangIlustrasi kanttor BPS. (ppid.bps.go.id)

INDOZONE.ID - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa penyaluran stimulus ekonomi dari pemerintah mulai menunjukkan hasil, khususnya pada sektor jasa transportasi penumpang. Ia menyampaikan bahwa salah satu indikasi keberhasilan dari kebijakan tersebut tampak melalui pergerakan harga yang menunjukkan tren penurunan.

Dikutip dari Antara, Pudji menjelaskan pada Jumat di Jakarta bahwa subkelompok jasa angkutan penumpang mencatatkan deflasi sebesar 2,06 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), serta deflasi 1,73 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). 

Menurutnya, penurunan harga ini merupakan dampak langsung dari pemberian berbagai insentif oleh pemerintah, seperti pembebasan pajak untuk tiket pesawat kelas ekonomi, serta potongan harga tiket kereta api dan kapal laut.

Baca juga: Plt Kepala BPS Jabar Soroti Dampak Beras Oplosan terhadap Kemiskinan Perkotaan

Lebih lanjut, Pudji menyebut bahwa pengaruh kebijakan stimulus terhadap angka inflasi terlihat jelas dalam data bulan Juli 2025, di mana insentif berupa diskon tarif transportasi berkontribusi besar terhadap deflasi bulanan subkelompok jasa angkutan penumpang yang tercatat sebesar 1,73 persen. 

Ia juga menginformasikan bahwa bukan hanya transportasi penumpang, tetapi tarif jalan tol pun ikut mengalami deflasi sebesar 1,30 persen secara bulanan pada bulan yang sama.

Namun demikian, ia menekankan bahwa efek dari stimulus ekonomi lainnya, selain potongan tarif transportasi dan tol, terhadap daya beli masyarakat masih belum bisa disimpulkan saat ini. Menurutnya, analisis yang lebih mendalam masih diperlukan guna memastikan sejauh mana berbagai stimulus tersebut benar-benar berdampak terhadap konsumsi rumah tangga secara umum. 

“Untuk mengetahui pengaruh stimulus lainnya terhadap daya beli masyarakat, kami belum bisa memberikan kesimpulan sekarang karena masih butuh kajian lanjutan,” jelas Pudji.

Baca juga: Data BPS Maret 2025 Mencatat Penduduk Miskin Perkotaan Di Banten Mengalami Kenaikan sebanyak 21,4 ribu orang.

Pemerintah sendiri, sepanjang bulan Juni hingga Juli 2025, telah menggelontorkan dana stimulus ekonomi sebesar Rp24,4 triliun untuk kuartal II tahun ini. 

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp940 miliar dialokasikan khusus untuk program diskon sektor transportasi. Rincian insentif yang diberikan antara lain berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar enam persen untuk tiket pesawat kelas ekonomi, diskon tiket kereta api sebesar 30 persen, serta diskon hingga 50 persen untuk tiket angkutan laut.

Di sisi lain, BPS juga mencatat bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 108,27 pada bulan Juni 2025 menjadi 108,60 pada bulan Juli 2025. Kenaikan ini mencerminkan terjadinya inflasi sebesar 0,3 persen secara bulanan. 

Sementara itu, secara tahunan, inflasi mencapai angka 2,37 persen, seiring dengan peningkatan IHK dari 106,09 pada Juli 2024 menjadi 108,60 pada Juli 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BPS Sebut Stimulus Ekonomi Akibatkan Deflasi Jasa Angkutan Penumpang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!