Selasa, 21 JULI 2026 • 14:05 WIB

Update Hari Ini: Pasar Saham Asia Menguat di Tengah Isu Gencatan Senjata dan Sektor Teknologi

Author

Ilustrasi Saham (Ilustrasi Copilot)

INDOZONE.ID - Pasar saham di kawasan Asia mencatatkan kenaikan pada perdagangan hari Selasa seiring mengendurnya tekanan harga energi global berkat adanya upaya diplomasi gencatan senjata di Timur Tengah.

Indeks Nikkei di Jepang berhasil melonjak lebih dari 1%, sementara indeks KOSPI di Korea Selatan melaju hampir 3% setelah sempat mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut.

Saat ini, para investor mulai mengalihkan perhatian utama mereka pada rilis laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa untuk memastikan apakah valuasi tinggi di sektor kecerdasan buatan (AI) masih masuk akal.

Pergerakan positif regional ini memberikan angin segar bagi kamu yang terus memantau dinamika pasar keuangan internasional.

Baca juga: Bedah Fungsi Komisaris Perusahaan: Syarat Penunjukan dan Tanggung Jawab Hukum

Pemicu Utama Pergerakan Pasar Saham Dan Keuangan Asia

1. Brent Crude Oil

Harga minyak mentah jenis Brent mengalami penurunan sebesar 0,38% ke level $88,88 per barel setelah sempat menyentuh puncaknya di angka $91,42 per barel.

Penurunan harga energi ini terjadi usai pihak Iran menerima draf usulan gencatan senjata selama 10 hari untuk meredakan konflik.

Penurunan biaya energi ini memberikan napas segar bagi kamu yang memantau stabilitas pasar modal kawasan.

2. Ancaman Konflik Geopolitik

Meskipun harga minyak melandai, risiko pasokan global dinilai masih tetap tinggi akibat ancaman blokade laut oleh milisi Houthi di Yaman terhadap Arab Saudi.

Baca juga: Filosofi Pohon Pisang dan Warisan Turun-temurun yang Kembangkan Gobel Group

Perkembangan ini terjadi menyusul kontak tembak militer yang melibatkan pasukan Amerika Serikat dan militer Iran.

Meskipun demikian, para analis menilai investor saat ini masih cenderung mempertahankan sudut pandang yang cukup optimistis (glass half full).

3. Alphabet Inc Dan Intel Corp

Fokus perhatian para pelaku pasar kini mulai beralih pada rilis laporan keuangan kuartalan dari raksasa teknologi Alphabet Inc. dan Intel Corp.

Investor tengah berburu bukti nyata apakah belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang sangat masif mampu menghasilkan imbal hasil finansial yang konkret.

Baca juga: Intip Deretan Negara dengan Gaji Tertinggi dan Sektor Pekerjaan Paling Dicari

Hasil kinerja ini menjadi tolok ukur krusial bagi kamu untuk menilai kelayakan valuasi saham teknologi saat ini.

5. USD/JPY

Di pasar mata uang, pasangan USD/JPY diperdagangkan pada level 162,51, yang membuat para pelaku pasar tetap bersiap menghadapi potensi intervensi mata uang dari otoritas di Tokyo.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS turut memberikan sokongan kuat bagi keperkasaan dolar terhadap mayoritas mata uang utama.

Kondisi ini menuntut kamu untuk lebih waspada terhadap fluktuasi nilai tukar di kawasan Asia.

6. MSCI Asia-Pacific

Indeks MSCI Asia-Pacific tercatat menguat 0,25% di kawasan Singapura. Sementara itu, kontrak berjangka saham AS bergerak naik tipis, namun berbanding terbalik dengan kontrak berjangka Eropa yang melemah sebesar 0,6%.

Pembagian arah pasar ini memperlihatkan bagaimana para investor global sedang menimbang antara berita geopolitik dan musim rilis kinerja korporasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Iux24.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU