Senin, 22 JUNI 2026 • 17:28 WIB

Tokenisasi Aset Permudah Investor Punya Saham AS dan Emas

Author

Ilustrasi crypto. (Freepik)

INDOZONE.ID - Perkembangan teknologi blockchain semakin dilirik para investor crypto. Dengan sistem tersebut, investasi jadi lebih praktis dan mudah dipantau secara real-time.

Selain itu, teknologi blockchain rata-rata menggunakan sistem self-custody. Sistem ini membuat investor punya kendali yang lebih besar terhadap aset yang dimiliki tanpa harus bergantung sepenuhnya pada  broker.

Gak heran kalau sektor tokenisasi aset atau Real-World Assets (RWA) tumbuh sangat pesat. 

Berdasarkan data RWA.xyz per 17 Juni 2026, kapitalisasi pasar tokenisasi aset telah mencapai US$32,38 miliar, melonjak drastis dibandingkan awal 2024 yang masih berada di kisaran US$1,8 miliar. 

Baca juga: Gejolak Ekonomi Dunia Picu Tren Baru, Tokenisasi Aset Jadi Alternatif Investasi

Pertumbuhan ini didorong karena semakin banyaknya institusi keuangan global yang mengadopsi teknologi tersebut.

Nah, salah satu tren yang kini sedang naik daun adalah tokenisasi aset. Teknologi ini memungkinkan investor melakukan transaksi dengan lebih fleksibel, cepat, dan dapat diakses selama 24 jam.

Selain itu, tingkat transparansinya juga dinilai lebih tinggi dibandingkan sistem investasi konvensional. Sederhananya, tokenisasi aset merupakan proses mengubah aset dunia nyata, seperti saham Amerika Serikat, obligasi, atau emas, menjadi token digital yang diperdagangkan di blockchain.

Dari segi kepastian hukum, adopsi tokenisasi di Indonesia telah mendapat lampu hijau. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meresmikan kerangka aturannya melalui POJK Nomor 27 Tahun 2024 dan POJK 23/2025, yang memberikan payung hukum bagi investor domestik. 

Perlu diketahui, saat ini popularitas tokenisasi aset juga semakin meningkat. Hal itu telihat karena sejumlah pemain besar dunia seperti BlackRock, JPMorgan, dan Goldman Sachs masuk ke sektor ini. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa tokenisasi aset mulai dipandang sebagai salah satu fondasi penting dalam sistem keuangan masa depan.

Bahkan, firma riset McKinsey & Company memproyeksikan nilai pasar tokenisasi aset bisa mencapai US$2 triliun atau sekitar Rp32.600 triliun pada 2030.

Baca juga: Mengenal Berbagai Istilah dalam Dunia Crypto, Pemula Wajib Tahu!

Dikutip dari Pintu Academy, akses terhadap tokenisasi aset juga semakin mudah di Indonesia. Contohnya saja di platform investasi Pintu, investor bisa membeli saham perusahaan top AS dan emas fisik hanya dengan modal mulai dari Rp11.000. 

Tren ini juga mulai menarik perhatian investor ritel karena membuka akses ke berbagai instrumen investasi global yang sebelumnya sulit dijangkau. 

Contohnya sebut saja saham-saham populer seperti Apple dan Nvidia, hingga komoditas seperti emas, menjadi aset yang paling banyak diminati dalam bentuk token.

Dengan tokenisasi aset, para investor juga berpeluang untuk menambah eksposur baru. Bahkan sistem ini juga diprediksi akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pintu Academy

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU