INDOZONE,ID - Kamu baru mulai investasi saham dan masih bingung harus memilih yang mana? Tenang, hal ini wajar dirasakan oleh banyak pemula yang baru masuk ke dunia investasi.
Sayangnya, tidak sedikit dari mereka akhirnya membeli saham hanya karena sedang naik atau viral di media sosial.
Nah, supaya kamu nggak asal ikut-ikutan dan berisiko rugi, berikut beberapa ciri saham yang layak dibeli.
1. Fundamental Perusahaan Terlihat Sehat dan Stabil
Saham yang layak dipertimbangkan biasanya berasal dari perusahaan dengan kondisi bisnis yang sehat. Hal ini bisa terlihat dari pertumbuhan pendapatan, laba bersih, hingga arus kas yang positif.
Bagi investor pemula, fundamental perusahaan penting diperhatikan agar keputusan membeli saham tidak hanya berdasarkan tren atau rekomendasi orang lain.
Perusahaan dengan kinerja yang konsisten biasanya punya daya tahan lebih baik saat kondisi pasar sedang tidak menentu.
Selain itu, kamu juga bisa melihat rasio keuangan seperti price to earnings ratio dan return on equity.
Jika angkanya masih wajar dan kompetitif, saham tersebut bisa dinilai lebih rasional untuk dipertimbangkan.
2. Punya Keunggulan yang Sulit Ditiru Pesaing
Perusahaan yang kuat biasanya punya keunggulan kompetitif yang membuatnya berbeda dari pesaing.
Keunggulan ini bisa kamu lihat melalui merek yang sudah dipercaya, teknologi yang unggul, produk yang dibutuhkan banyak orang, atau jaringan distribusi yang luas.
Faktor tersebut penting karena bisa membantu perusahaan tetap bertahan di tengah persaingan bisnis.
Baca juga: Tips Memilih Aplikasi Saham Terbaik agar Investasi Lebih Aman
Semakin kuat posisi perusahaan di industrinya, semakin besar juga peluangnya untuk tumbuh dalam jangka panjang.
Bagi investor pemula, melihat keunggulan kompetitif bisa menjadi cara sederhana untuk menilai prospek sebuah saham.
Dengan begitu, saham yang dipilih bukan hanya terlihat ramai dibicarakan, tetapi memang punya dasar bisnis yang kuat.
3. Bisnisnya Masih Relevan dengan Kebutuhan Zaman
Saham yang menarik biasanya berasal dari perusahaan yang mampu mengikuti perkembangan zaman.
Misalnya, perusahaan yang bergerak di sektor teknologi, kesehatan, energi terbarukan, atau industri lain yang kebutuhannya terus berkembang.
Jadi bisnis yang bisa beradaptasi dengan perubahan biasanya punya peluang lebih besar untuk bertahan. Sebaliknya, perusahaan yang sulit mengikuti tren pasar bisa menghadapi tantangan lebih berat ke depannya.
Oleh karena itu, penting untuk melihat apakah produk atau layanan perusahaan masih dibutuhkan dalam jangka panjang.
Dengan cara ini, investasi tidak hanya mengandalkan momentum sesaat, tetapi juga mempertimbangkan arah pertumbuhan bisnis ke depan.
4. Dikelola oleh Manajemen yang Kredibel
Manajemen perusahaan punya peran besar dalam menentukan arah bisnis. Tim yang berpengalaman, transparan, dan punya strategi jelas, biasanya mampu membawa perusahaan tumbuh lebih terukur.
Investor pemula perlu memperhatikan rekam jejak manajemen sebelum membeli saham.
Baca juga: 6 Cara Beli Saham Luar Negeri dan Risikonya, Pemula Wajib Tahu!
Sebab, keputusan yang diambil oleh manajemen bisa berdampak langsung pada kinerja perusahaan dan kepercayaan investor.
Perusahaan dengan kepemimpinan yang baik umumnya lebih konsisten dalam menjalankan strategi bisnis. Hal ini bisa memberi rasa aman bagi investor yang ingin berinvestasi untuk jangka panjang.
5. Harga Saham Masih Masuk Akal
Saham yang bagus belum tentu layak dibeli kalau harganya sudah terlalu mahal. Oleh karena itu, investor pemula perlu memahami apakah harga saham masih sesuai dengan nilai wajarnya atau justru sudah terlalu tinggi.
Valuasi yang masuk akal bisa membantu kamu menghindari keputusan impulsif karena takut ketinggalan atau FOMO.
Membeli saham di harga yang tepat juga memberi peluang keuntungan yang lebih sehat dalam jangka panjang. Kamu bisa melihat indikator seperti price to book value atau membandingkannya dengan rata-rata industri.
Dengan begitu, keputusan investasi jadi lebih terukur dan tidak hanya berdasarkan perasaan.
Itulah beberapa ciri saham yang layak dibeli bagi investor pemula. Jadi, jangan cuma ikut-ikutan FOMO dan pastikan kamu memahami kualitas sahamnya sebelum mengambil keputusan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Investopedia