INDOZONE.ID - Di kalangan investor ritel, nama PT Bumi Resources Tbk hampir selalu masuk radar.
Sahamnya selalu dikenal sebagai “saham sejuta umat” karena sering jadi bahan perbincangan.
Namun di balik pergerakan harganya yang naik turun, masih banyak yang bertanya, sebenarnya BUMI bergerak di bidang apa sih?
Nah berikut penjelasan lengakpnya yang bisa kamu ketahui:
Saham Bumi Bergerak di Bidang Apa?
Secara fundamental, BUMI adalah perusahaan pertambangan batu bara.
Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia dengan operasional utama melalui anak usaha seperti Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sendiri didirikan pada tahun 1973 sebagai bagian dari Grup Bakrie.
Sejak awal, kegiatannya mencakup pengelolaan deposit batu bara serta eksplorasi dan eksploitasi minyak.
Seiring waktu, BUMI berkembang menjadi perusahaan induk yang membawahi berbagai anak usaha di sektor pertambangan.
Produksi batu bara hingga kini masih menjadi tulang punggung bisnisnya.
Bahkan, untuk 2026, BUMI menargetkan penjualan di kisaran 77-78 juta ton yang menunjukkan bahwa komoditas ini tetap menjadi mesin utama pendapatan perseroan.
Sebagai bagian dari grup besar seperti Bakrie dan Salim, BUMI memiliki skala operasi yang membuatnya tetap relevan di pasar energi, terutama saat harga batu bara sedang berada dalam tren naik.
Struktur Bisnis Bumi
BUMI bukan sekadar perusahaan tambang biasa, tapi holding company yang membawahi berbagai entitas pertambangan.
Salah satu yang paling disorot adalah anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang fokus di sektor mineral seperti emas, tembaga, hingga logam lainnya.
Baca juga: Saham Blue Chip Syariah 2026: Daftar Terbaik dan Cara Pilihnya Biar Nggak Rugi
Model bisnis ini membuat BUMI punya dua kak, yaitu:
- Batu bara untuk cash flow utama
- Mineral untuk potensi pertumbuhan masa depan
Arah Baru 2026 yang Dilakukan Oleh Bumi
Menariknya, BUMI kini tidak lagi ingin hanya dikenal sebagai perusahaan batu bara.
Perusahaan ini mulai melakukan diversifikasi besar-besaran, yaiu:
- Ekspansi ke tambang emas dan mineral strategis
- Akuisisi aset tambang di luar negeri
- Target peningkatan kontribusi non-batu bara
Hal ini dilakukan karena tekanan global terhadap energi fosil membuat perusahaan tambang mulai mencari sumber pendapatan baru yang lebih berkelanjutan.
Bahkan, pasar mulai melihat BUMI sebagai perusahaan tambang multi-komoditas, bukan lagi “pure coal player"
BRMS Jadi Kunci
Sebagai anak perusahaan, peran BRMS di dalam grup BUMI kini semakin krusial.
Jika sebelumnya BUMI dikenal kuat di batu bara, BRMS hadir sebagai pintu masuk ke bisnis mineral yang punya potensi jangka panjang.
Baca juga: KPEI Itu Apa Sih? Ternyata Ini yang Diam-Diam Jaga Uang Kamu di Saham!
Perusahaan ini fokus pada eksplorasi dan pengembangan berbagai komoditas mineral, mulai dari emas, tembaga, hingga seng dan logam lainnya.
Diversifikasi ini menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara.
Memasuki 2026, BRMS bahkan mulai masuk ke fase produksi emas.
Hal ini diproyeksikan menjadi salah satu katalis baru yang bisa mendorong kinerja grup secara keseluruhan.
Artinya, jika dulu BUMI identik sebagai “saham batu bara”, kini ceritanya mulai bergeser, yaitu mineral dan emas.
Investor mulai melirik BUMI bukan hanya karena energi, tapi juga karena potensi besar dari emas dan mineral di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bumiresources