INDOZONE.ID - Banyak orang berpikir, investasi itu harus cari untung besar dalam waktu cepat.
Padahal bagi pemula, yang lebih penting justru pilih investasi dari yang risiko rendah terlebih dahulu.
Kamu tetap bisa dapat keuntungan, tapi tanpa harus terlalu khawatir dengan naik-turunnya pasar.
Bagi kamu yang baru belajar investasi atau sekadar ingin menaruh uang di tempat yang lebih stabil, ada beberapa pilihan instrumen yang bisa dipertimbangkan.
Baca juga: Akumulasi Saham Itu Apa? Ini Cara Mengetahui Bandar Sedang Kumpulin Saham
Apa Itu Investasi Risiko Rendah?
Simpelnya, investasi risiko rendah adalah jenis investasi yang pergerakan nilainya cenderung stabil dan kemungkinan ruginya kecil.
Biasanya, jenis investasi ini cocok untuk:
- Pemula yang baru mulai belajar investasi
- Orang yang ingin investasi dengan lebih santai
- Investor yang lebih mementingkan keamanan dana
Memang, keuntungan dari investasi jenis ini biasanya tidak sebesar investasi berisiko tinggi. Tapi sebagai gantinya, hasilnya lebih stabil dan pikiran lebih tenang.
Baca juga: THR Jangan Cuma Dipakai Belanja, Ini Tips Mengubahnya Jadi Investasi
5 Jenis Investasi Risiko Rendah yang Cocok untuk Pemula
Kalau kamu masih bingung mau mulai dari mana, beberapa instrumen di bawah ini sering jadi pilihan para investor pemula.
1. Reksa Dana Pasar Uang
Salah satu investasi yang cukup ramah bagi pemula adalah reksa dana pasar uang.
Di produk ini, dana dari investor biasanya ditempatkan pada instrumen yang relatif aman seperti deposito bank atau surat berharga jangka pendek.
Karena dikelola oleh manajer investasi, kamu juga tidak perlu repot mengatur strategi sendiri.
Kenapa banyak pemula memilih reksa dana pasar uang?
- Modal awalnya relatif kecil
- Risikonya cenderung rendah
- Pengelolaannya dilakukan oleh profesional
Sekarang bahkan banyak platform yang memungkinkan kamu mulai investasi dari puluhan ribu rupiah saja.
2. Deposito Berjangka
Kalau kamu ingin investasi yang super simpel, deposito berjangka bisa jadi pilihan.
Deposito adalah produk simpanan bank dengan bunga tetap dalam jangka waktu tertentu. Jadi, sejak awal kamu sudah tahu berapa potensi keuntungan yang akan didapat.
Di Indonesia, deposito juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama masih dalam batas penjaminan yang berlaku.
Beberapa kelebihan deposito:
- Bunga relatif stabil
- Risiko sangat rendah
- Cocok untuk investasi yang aman
Biasanya bunga deposito berada di kisaran 2%–4% per tahun, tergantung bank dan tenor yang dipilih.
Baca juga: Apa Itu Waran Saham? Pengertian, Cara Kerja, dan Risikonya bagi Investor
3. Emas
Emas sudah lama dikenal sebagai salah satu investasi yang cukup aman.
Banyak orang memilih emas karena nilainya cenderung stabil dalam jangka panjang, bahkan sering dianggap sebagai aset pelindung saat kondisi ekonomi sedang tidak pasti.
Beberapa alasan emas cukup populer sebagai investasi:
- Nilainya cenderung naik dalam jangka panjang
- Bisa bantu menjaga nilai uang dari inflasi
- Relatif mudah dijual kembali
Sekarang pun kamu tidak harus membeli emas fisik. Banyak platform yang menyediakan investasi emas digital, jadi lebih praktis.
4. Obligasi Pemerintah
Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh negara dan memberikan imbal hasil atau kupon kepada investor secara berkala.
Di Indonesia, obligasi negara diterbitkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Karena dijamin oleh negara, risiko gagal bayarnya tergolong sangat kecil.
Beberapa keuntungan dari obligasi pemerintah antara lain:
- Imbal hasil relatif stabil
- Risikonya rendah
- Bisa dijual kembali di pasar sekunder
Instrumen ini biasanya cocok untuk investasi jangka menengah sampai panjang.
Baca juga: Mengenal Stock Split dalam Saham: Pengertian dan Dampaknya bagi Investor
5. Properti
Kalau punya modal yang lebih besar, properti juga bisa jadi pilihan investasi jangka panjang.
Nilai properti biasanya cenderung naik dari waktu ke waktu, apalagi jika lokasinya berada di area yang berkembang.
Keuntungan investasi properti biasanya berasal dari:
- Kenaikan harga aset (capital gain)
- Pendapatan sewa
Walaupun membutuhkan modal yang cukup besar, properti sering dianggap sebagai salah satu investasi yang stabil dalam jangka panjang.
Tips Memilih Investasi Risiko Rendah
Sebelum mulai investasi, ada beberapa hal penting yang sebaiknya kamu perhatikan.
1. Tentukan Tujuan Investasi
Misalnya untuk dana darurat, dana pendidikan, atau rencana jangka panjang.
2. Kenali Profil Risiko
Setiap orang punya toleransi risiko yang berbeda, jadi pilih investasi yang paling nyaman untuk kamu.
3. Perhatikan Likuiditas
Beberapa investasi tidak bisa dicairkan dengan cepat, jadi pastikan kamu memahami aturan pencairannya.
4. Jangan Taruh Dana di Satu Tempat
Membagi dana ke beberapa jenis investasi bisa membantu mengurangi risiko.
Memulai investasi tidak harus langsung dengan instrumen yang rumit atau berisiko tinggi.
Baca juga: Mengenal Investasi Leher ke Atas, Investasi Terbaik untuk Masa Depan
Bagi pemula, memulai dari investasi yang lebih aman dan stabil justru bisa jadi langkah awal yang lebih bijak.
Setelah terbiasa dan memahami cara kerjanya, barulah kamu bisa mencoba instrumen lain dengan potensi keuntungan yang lebih besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Indodax.com