INDOZONE.ID - Kalau bicara investor legendaris di pasar saham Indonesia, nama Lo Kheng Hong hampir selalu ikut disebut dalam daftar.
Gayanya yang santai, jarang tampil heboh, tapi langkahnya di bursa sering membuat orang kagum. Banyak yang penasaran, sebenarnya siapa sih sosok di balik reputasi investor value satu ini?
Yuk kenalan lebih dekat, mulai dari profil, filosofi berinvestasi, sampai daftar saham yang masuk portofolionya.
Baca juga: Apa Itu Rebalancing MSCI? Ini Dampaknya yang Bisa Mengguncang Pasar Saham
Profil Lo Kheng Hong
Lo Kheng Hong lahir pada 27 September 1949 di Tegal, Jawa Tengah. Ia dikenal sebagai salah satu investor saham sukses yang membangun kekayaan melalui strategi jangka panjang.
Perjalanan hidupnya juga terbilang nggak instan. Ia berasal dari keluarga sederhana, lulus SMA, lalu kuliah malam jurusan Sastra Inggris di Universitas Nasional sambil bekerja sebagai pegawai tata usaha di PT Overseas Express Bank. Gajinya biasa saja, bahkan selama 11 tahun posisinya nggak banyak berubah.
Tapi di balik rutinitas itu, ia adalah orang yang rajin belajar. Saat bekerja, ia mempelajari dokumen keuangan seperti jaminan kredit dan laporan perbankan. Dari situlah pemahamannya soal dunia finansial semakin tajam.
Ia mulai serius investasi saham di usia 30 tahun, dengan modal dari menyisihkan gaji. Saham pertamanya justru membuat rugi karena harganya turun setelah penawaran umum perdana. Bukannya kapok, ia malah semakin giat belajar, membaca buku-buku investasi termasuk karya Warren Buffett berulang kali.
Setelah 17 tahun bekerja, ia memutuskan fokus penuh jadi investor saham. Keputusan berani itu jadi titik balik hidupnya.
Baca juga: Apa Itu Indeks FTSE? Kenali Kategori dan Bedanya dengan MSCI yang Jarang Dibahas
Filosofi Investasi
Lo Kheng Hong dikenal sebagai penganut value investing dan nggak mudah terpancing naik-turun harga harian. Fokusnya ke fundamental perusahaan dan nilai intrinsik saham.
Simpelnya, ia membeli saham bagus saat harganya murah, lalu sabar menunggu sampai nilainya terealisasi.
Saat ini rutinitasnya dikenal dengan istilah RTI (Reading, Thinking, dan Investing). Banyak membaca laporan keuangan, berfikir dengan matang, lalu setelah itu baru ambil keputusan. Meski sudah sukses, ia tetap aktif berburu saham dan sering berbagi ilmu melalui seminar atau diskusi.
Daftar Saham dan Portofolio
Portofolionya tersebar di berbagai sektor, dari tambang sampai perbankan dan properti. Berikut beberapa saham yang tercatat dimilikinya:
1. ABM Investama Tbk (ABMM)
Dalam perusahaan tambang batu bara ini, kepemilikannya sekitar 5,36 persen per September 2024.
2. Global Mediacom Tbk (BMTR)
Bergerak di sektor media dan bagian dari MNC Group, ia memegang sekitar 6,53 persen sahamnya per 30 Juni 2024.
3. Gajah Tunggal Tbk (GJTL)
Produsen ban GT Radial yang sudah lama berdiri ini nilai kepemilikannya sekitar 5,23 persen per 17 Desember 2024.
4. Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)
Di bank swasta besar di Indonesia ini porsinya sekitar 0,08 persen per 31 Desember 2023.
5. Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN)
Perusahaan pembiayaan di bawah Bank Pan Indonesia, dengan kepemilikannya sekitar 2,39 persen berdasarkan laporan tahun 2023.
6. Bank OCBC NISP Tbk (NISP)
Termasuk bank tertua di Indonesia, kepemilikannya sekitar 0,53 persen per 31 Oktober 2024.
7. Intiland Development Tbk (DILD)
Perusahaan ini berfokus pada properti yang mengembangkan perumahan dan kawasan industri, dengan kepemilikan sekitar 6,62 persen per tahun 2023.
Kisah Lo Kheng Hong menunjukkan kalau sukses di pasar saham bukan soal siapa yang lebih cepat, tapi soal kesabaran dan konsistensi.
Dari pegawai bank biasa sampai jadi investor besar, jalan yaang dilalui Lo Kheng Hong cukup panjang dan penuh proses.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hsb.co, Mstock.miraeasset.co