Jumat, 23 JANUARI 2026 • 18:40 WIB

Mengenal Istilah-Istilah Dalam Saham yang Wajib Dipahami Investor Pemula Biar Nggak Salah Langkah

Author

Ilustrasi Mengenal Istilah Dalam Saham. (Freepik)

INDOZONE.ID - Dunia saham memang kelihatan seru, tapi buat pemula, tampilannya sering bikin dahi berkerut. Banyak istilah asing yang sliweran di layar aplikasi trading, mulai dari ARA, ARB, sampai HK dan HAKI yang kedengarannya seperti bahasa kode.

Padahal, paham istilah dasar ini penting banget supaya kamu nggak asal beli atau jual saham.

Lewat pembahasan dari YouTube @Ruang Saham, ada beberapa istilah saham yang paling sering dipakai oleh investor dan trader saat membaca kondisi market.

Kalau kamu pengin mulai investasi dengan lebih santai tapi tetap paham arah, yuk kenalan satu per satu dengan istilah-istilah saham berikut ini!

Baca juga: 7 Tanda Harga Emas Akan Naik, Sinyal Penting Buat Kamu yang Lagi Nimbang Investasi

ARA dan ARB, Batas Gerak Saham Harian

Dalam satu hari perdagangan, harga saham nggak bisa naik atau turun sesuka hati. Di sinilah peran ARA dan ARB. ARA atau Auto Reject Atas adalah batas maksimal kenaikan harga saham dalam satu hari.

Kalau sebuah saham sudah menyentuh batas ini, harganya nggak bisa naik lagi sampai hari berikutnya. Sebaliknya, ARB atau Auto Reject Bawah adalah batas maksimal penurunan harga saham.

Kalau sudah kena ARB, saham tersebut nggak bisa turun lagi di hari yang sama. Besaran ARA dan ARB ini beda-beda, ada yang 20 persen, 25 persen, sampai 35 persen, tergantung harga sahamnya.

Tujuannya jelas, biar pergerakan harga tetap wajar dan nggak bikin investor panik berlebihan.

Aset Liquid dan Illiquid, Ramai atau Sepi Transaksi

Istilah liquid sering banget muncul di dunia investasi. Aset liquid artinya aset yang gampang dicairkan jadi uang tunai.

Dalam konteks saham, liquid berarti saham tersebut ramai diperdagangkan. Banyak yang antre beli dan jual, jadi kamu nggak susah kalau mau keluar masuk posisi.

Kebalikannya adalah saham illiquid. Saham jenis ini jarang diperdagangkan, antrean bid dan offer-nya tipis, bahkan kadang sepi.

Risiko saham illiquid biasanya lebih tinggi karena bisa susah dijual saat kamu butuh uang atau mau cut loss.

Bid dan Offer, Tempat Antrean Harga

Saat buka aplikasi saham, kamu pasti lihat dua kolom penting bernama bid dan offer. Bid adalah antrean harga beli, alias harga yang siap dibayarkan investor untuk membeli saham. Semakin tinggi harga di bid, berarti pembeli makin agresif.

Sementara offer adalah antrean harga jual. Di sini terlihat berapa harga yang diminta oleh penjual.

Kalau kamu mau beli cepat, kamu bisa langsung ambil harga di kolom offer. Sebaliknya, kalau mau jual cepat, kamu bisa masuk ke harga bid.

HK dan HAKI, Bahasa Gaul Trader Saham

Di kalangan trader, ada istilah yang terdengar santai tapi maknanya serius, yaitu HK dan HAKI. HK atau Hajar Kanan artinya membeli saham langsung di harga offer. Strategi ini dipakai kalau kamu nggak mau ketinggalan momentum dan ingin saham langsung dapat.

Sedangkan HAKI atau Hajar Kiri adalah kebalikannya, yaitu menjual saham langsung ke harga bid.

Biasanya dipakai saat mau cepat keluar dari saham, entah karena sudah untung atau justru mau menghindari kerugian lebih besar. Dengan HK dan HAKI, transaksi hampir pasti langsung terjadi.

Baca juga: Tips Investasi yang Cerdas: Jangan Cuma Ikut-ikutan!

Ilustrasi Mengenal Istilah Dalam Saham. (Freepik)

IPO, Saat Perusahaan Masuk Bursa

IPO atau Initial Public Offering adalah momen ketika sebuah perusahaan pertama kali menjual sahamnya ke publik.

Dari yang awalnya perusahaan tertutup, setelah IPO statusnya berubah jadi perusahaan terbuka dan sahamnya bisa dibeli siapa saja.

IPO sering jadi sorotan karena banyak investor berharap harga sahamnya naik setelah masuk bursa.

Tapi tetap perlu hati-hati, karena nggak semua saham IPO langsung cuan. Penting buat tetap lihat fundamental dan prospek bisnis perusahaannya.

Suspensi Saham, Perdagangan Dihentikan Sementara

Suspensi saham adalah kondisi ketika perdagangan suatu saham dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia.

Penyebabnya bisa macam-macam, mulai dari perusahaan telat menyampaikan laporan keuangan, sampai pergerakan harga yang dianggap nggak wajar atau disebut UMA.

Saat saham disuspensi, investor nggak bisa beli atau jual saham tersebut sampai suspensinya dicabut. Makanya, suspensi sering bikin waswas karena dana kita seolah “nyangkut” sementara.

Delisting, Risiko Terbesar Investor

Kalau suspensi masih bersifat sementara, delisting adalah kondisi yang jauh lebih serius. Delisting berarti saham dihapus dari pencatatan Bursa Efek Indonesia.

Biasanya terjadi karena perusahaan melanggar aturan bursa atau sudah terlalu lama disuspensi. Ada juga perusahaan yang memilih delisting secara sukarela karena ingin kembali jadi perusahaan privat.

Bagi investor, delisting adalah risiko besar karena saham yang sudah delisting nggak bisa lagi diperdagangkan di bursa.

TP dan SL, Senjata Wajib Trader

Dua istilah ini wajib banget dipahami sejak awal. TP atau Take Profit adalah target harga di mana kamu berencana menjual saham untuk mengamankan keuntungan. Dengan TP, kamu jadi lebih disiplin dan nggak serakah.

Sementara SL atau Stop Loss adalah batas kerugian yang kamu tetapkan. Kalau harga saham turun sampai batas ini, kamu jual meski rugi demi mencegah kerugian yang lebih besar. Trader berpengalaman justru lebih patuh pada SL daripada berharap harga berbalik arah.

Baca juga: 3 Kunci Sukses Jualan: Salah Satunya Bangun Kepercayaan!

Ilustrasi Mengenal Istilah Dalam Saham. (Freepik)

Memahami istilah-istilah saham bukan cuma soal hafalan, tapi soal cara berpikir dan bersikap di pasar.

Dengan paham ARA, ARB, bid-offer, sampai TP dan SL, kamu jadi lebih siap menghadapi naik-turunnya market tanpa panik berlebihan.

Dunia saham memang penuh risiko, tapi dengan bekal pengetahuan dasar yang kuat, langkahmu bisa jadi lebih terarah. Jadi sebelum buru-buru cuan, pastikan kamu sudah akrab dulu dengan bahasa sahamnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU