INDOZONE.ID - Investasi properti seringkali dianggap sebagai "permainan" orang kaya karena membutuhkan modal yang besar.
Namun, siapa sangka jika pemula pun bisa mulai terjun ke bisnis ini bahkan dengan modal minim jika tahu strateginya?
Pakar investasi properti, Anthony Sudarsono, membagikan rahasia dan langkah-langkah konkret bagi pemula yang ingin memulai investasi properti.
Ia memaparkan mulai dari urusan DP hingga cara mengelola aset agar menjadi mesin uang (cashflow).
Baca juga: Emas Antam Kembali Naik Tembus Rp 2.590.000!
Penasaran? Simak step by step investasi properti untuk pemula berikut ini:
Step 0: Strategi Uang Muka (DP)
Langkah paling awal adalah menyiapkan uang muka atau Down Payment (DP). Biasanya, Anda perlu menyiapkan sekitar 20% dari harga properti.
Jika harga rumah Rp 500 juta, maka dana yang harus sedia adalah Rp 100 juta.
Namun, Anthony memberikan tips menarik: untuk mengumpulkan DP lebih cepat, jangan hanya menabung secara konvensional.
Gunakan instrumen investasi lain (seperti saham atau kripto) untuk mengalahkan inflasi harga properti yang terus naik tiap tahunnya.
Bahkan, jika Anda menemukan properti under value (di bawah harga pasar), ada teknik khusus di mana Anda bisa membeli properti tanpa DP sama sekali karena bisa didanai penuh oleh bank.
Baca juga: Kripto, Emas dan Saham AS Cetak Rekor Sepanjang 2025: Ini Kata Ahli dari Nanovest
Step 1: Pilih Cash atau KPR?
Bagi pemula, pilihan cara bayar sangat menentukan.
Membeli secara cash memang membuat hati tenang karena tidak ada utang, tapi modal yang dibutuhkan sangat besar.
Anthony lebih menyarankan penggunaan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).
Mengapa? Dengan leverage dari bank, Anda bisa mengalokasikan uang yang tadinya untuk satu rumah cash, menjadi DP untuk lima unit properti KPR sekaligus.
Dengan begitu, potensi keuntungan (capital gain) Anda berasal dari lima aset, bukan satu.
Pastikan perputaran uang (income) Anda sehat agar disetujui oleh bank.
Baca juga: Token Pasar Karbon Kripto Jadi Sorotan Akhir 2025, CDC 2025 Dorong Aksi Iklim Bernilai Ekonomi
Step 2: Analisis Market dengan Rumus 100-10-3-1
Jangan terburu-buru membeli properti pertama yang Anda lihat.
Investasi properti butuh ketelitian layaknya mencari jodoh. Anthony menyarankan rumus 100-10-3-1:
- 100: Cari dan survei 100 data properti.
- 10: Pilih 10 yang menurut Anda paling potensial.
- 3: Lakukan penawaran (nego) dan appraisal pada 3 properti terbaik.
- 1: Akhirnya, beli 1 properti dengan harga dan kualitas terbaik.
Step 3: Skill Negosiasi adalah Kunci
Ingat, properti bukan barang komoditas yang harganya kaku. Harga properti sangat bergantung pada kondisi penjual.
Jika Anda menemukan penjual yang sedang butuh uang mendesak (BU), gunakan kemampuan negosiasi Anda untuk mendapatkan harga di bawah pasar.
Baca juga: Emas Antam Terus Menguat, Sinyal Untuk Investasi Emas
Semakin murah Anda membeli, semakin besar margin keuntungan yang Anda dapatkan sejak awal.
Step 4: Urusan Renovasi dan Kontraktor
Setelah legalitas dan KPR beres, tahap krusial selanjutnya adalah renovasi.
Banyak investor pemula terjebak biaya renovasi yang membengkak. Tipsnya: jangan hanya cari kontraktor murah, tapi cari pelaksana dan arsitek yang bisa membuat gambar detail.
Dengan gambar yang detail, kontraktor tidak bisa sembarangan memanipulasi spesifikasi bangunan atau biaya.
Baca juga: Tren Crypto Akhir 2025 Melonjak, Tokenisasi Saham Jadi Primadona Investor Digital
Step 5: Menjadi Investor Cerdas (Cetak Cashflow)
Anda baru benar-benar menjadi investor properti jika aset tersebut menghasilkan uang, bukan malah menguras kantong.
Caranya? Jadikan properti tersebut sebagai kos-kosan atau kontrakan.
Investor yang cerdas akan menggunakan uang sewa dari penyewa untuk membayar cicilan KPR ke bank.
Jadi, seolah-olah penyewa rumah Andalah yang membelikan rumah tersebut untuk Anda.
Setelah 10-15 tahun, properti tersebut lunas dan sepenuhnya menjadi milik Anda tanpa Anda harus pusing memikirkan cicilannya.
Baca juga: Emas Antam dan UBS Naik, Cek Harga Terbarunya
Kesimpulan Investasi properti bukan soal seberapa banyak uang yang Anda punya sekarang, tapi seberapa cerdas Anda menggunakan strategi dan leverage bank.
Mulailah dari riset yang mendalam dan jangan takut untuk melakukan negosiasi!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube/Anthony Sudarsono