Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 09:47 WIB

Pasar Saham Indonesia Menguat, Investor Cermati Rencana Redenominasi Rupiah

Author

Ilustrasi - Pekerja melintasi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.

INDOZONE.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Rabu sore tercatat menguat, seiring para pelaku pasar yang tengah menyoroti rencana redenominasi mata uang Rupiah.

IHSG ditutup menguat 22,06 atau 0,26 persen ke posisi 8.388,57. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,22 poin atau 0,50 persen ke posisi 846,91.

"Redenominasi bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor terhadap mata uang bila dilakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil," ujar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta dalam kajiannya di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Kamis.

Baca juga: IHSG BEI Dibuka Menguat di Tengah Mayoritas Bursa Saham Asia Melemah

Dari dalam negeri, Rancangan Undang- Undang (RUU) Redenominasi Rupiah telah memasuki Prolegnas Jangka Menengah 2025-2029 sebagai inisiatif pemerintah.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mendukung pertumbuhan ekonomi selama proses redenominasi berlangsung.

Dari kancah internasional, meredanya ketegangan tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta munculnya tanda-tanda berakhirnya government shutdown di AS, mendapat sambutan positif dari para pelaku pasar.

Senat AS membebaskan RUU untuk mendanai pemerintah federal hingga Januari 2025, dan mengakhiri penutupan terpanjang dalam sejarah AS. RUU tersebut, yang disahkan dengan suara 60-40 persen dan didukung sebagian senator Partai Demokrat dan hampir semua senator Republik, akan dikirim ke DPR.

Jika rancangan undang-undang tersebut disetujui oleh DPR, selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden AS Donald Trump untuk disahkan menjadi undang-undang.

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG bergerak menguat dan tetap bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG masih bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Mengacu pada Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat tujuh sektor yang mengalami penguatan, dengan sektor infrastruktur memimpin kenaikan sebesar 1,78 persen. Kenaikan tersebut disusul oleh sektor properti dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing naik 1,61 persen dan 1,54 persen.

Sementara itu, tiga sektor tercatat melemah, dengan sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 0,53 persen. Penurunan tersebut diikuti oleh sektor energi dan sektor teknologi yang masing-masing turun 0,50 persen dan 0,31 persen.

Baca juga: Bursa Saham AS Melemah karena Presiden Trump Ancam Naikkan Tarif Impor

Adapun saham-saham dengan penguatan tertinggi meliputi TRON, BELL, KBLV, PJHB, dan MORA. Sebaliknya, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar antara lain KOBX, DART, NAYZ, CASH, dan AEGS.

Frekuensi transaksi saham tercatat mencapai 2.682.641 kali, dengan total volume perdagangan sebanyak 51,32 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp22,34 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 343 saham mengalami kenaikan, 323 saham melemah, dan 147 saham tercatat stagnan.

Bursa saham regional Asia pada Rabu sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 247,07 poin atau 0,49 persen ke 51.090,00, indeks Hang Seng menguat 226,32 poin atau 0,85 persen ke 26.922,73, indeks Shanghai melemah 2,62 poin atau 0,07 persen ke 4.000,14, dan indeks Strait Times menguat 18,84 poin atau 0,41 persen ke 4.561,04.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU