Minggu, 12 OKTOBER 2025 • 20:40 WIB

ISF 2025 Hasilkan Komitmen Investasi Hijau Rp278 Triliun

Author

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

INDOZONE.ID - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat capaian signifikan dari gelaran Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta, 10–11 Oktober, dengan total komitmen investasi hijau mencapai Rp278 triliun.

Nilai itu tertuang dalam 13 nota kesepahaman (MoU) dan tiga deklarasi strategis, yang mencakup sektor energi bersih, kelautan, karbon, kehutanan, hingga infrastruktur hijau.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Nurul Ichwan mengatakan, capaian tersebut mencerminkan keseriusan dunia usaha dalam mewujudkan agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“Kesepakatan yang dihasilkan ISF 2025 merupakan bentuk konkret komitmen pelaku usaha terhadap transformasi hijau nasional,” ujarnya di Jakarta, Minggu (12/10/2025).

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rachmat Kaimuddin menilai, penandatanganan 13 MoU di ISF menjadi bukti bahwa Indonesia kini aktif memimpin transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Baca juga: Investasi Karbon Bidik Pasar Timur Tengah, Indonesia Bisa Cuan hingga USD100 Miliar

“Kolaborasi ini menunjukkan Indonesia tidak lagi menunggu, tapi ikut memimpin perubahan global menuju ekonomi hijau,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pembangunan Manusia dan Keberlanjutan Shinta Kamdani menegaskan, dunia usaha siap menjadi lokomotif transisi hijau nasional.

“Investasi hijau tak hanya memperkuat pertumbuhan ekonomi, tapi juga membuka peluang besar bagi UMKM, lapangan kerja, dan transformasi industri nasional,” ujarnya.

13 Kesepakatan Strategis ISF 2025

Beberapa kesepakatan utama yang tercapai dalam ISF 2025 antara lain:

1. Infrastructure Project Facilitation Office (IPFO) — kerja sama Kemenko Infrastruktur, ADB, dan KIAT untuk pembentukan kantor fasilitasi proyek infrastruktur strategis senilai US$11 miliar.

2. Indonesia Incorporated on Seaweed — kolaborasi Conservation International, APINDO, dan Standard Chartered untuk mengembangkan industri rumput laut berkelanjutan dalam ekonomi biru.

3. Standby Trade & Loan Facility — kerja sama BNI dan Geo Dipa Energi dalam pembiayaan proyek pembangkit panas bumi Dieng 2.

4. Net Zero Advisory & Solutions — kolaborasi BESTARI dan Utomodeck Group dalam dekarbonisasi sektor manufaktur dan konstruksi.

5. Maritime Infrastructure Partnership for Clean Mobility — kerja sama membangun pelabuhan dan armada kapal rendah emisi.

6. Indonesia–Germany Cooperation for Sustainable Development — sinergi GIZ (Jerman) dan Kadin Indonesia memperkuat sektor swasta menuju pembangunan netral karbon.

7. Sustainable Forestry Economic Policy and Investment Programs — kolaborasi Kadin dan KLHK untuk uji coba model bisnis hutan lestari.

8. Carbon Markets Capacity Building — kerja sama KLH dan IETA dalam pengembangan pasar karbon nasional yang kredibel.

Baca juga: Mendag: Indonesia-Canada CEPA Perluas Akses Pasar dan Dorong Investasi

9. Advance Sustainable Paper and Packaging Solutions — APP dan Lubrizol mengembangkan kemasan bio-degradable ramah lingkungan.

10. Strategic Alliance PI–ACWA Power — transformasi industri pupuk melalui energi bersih senilai US$250 juta.

11. Green Hydrogen for Maritime Transportation — eksplorasi potensi hidrogen hijau untuk transportasi laut kepulauan.

12. Sustainable Used Cooking Oil Collection — kerja sama Noovoleum Indonesia Investama dan Artotel Group dalam pengelolaan minyak jelantah berkelanjutan.

13. Sustainable Trade & Investment Corridors — Kadin Indonesia dan South China Morning Post (SCMP) memperkuat koridor perdagangan berkelanjutan antara Asia Tenggara dan Hong Kong–Tiongkok Raya.

Deklarasi Strategis ISF 2025

Selain MoU, ISF 2025 juga menghasilkan tiga deklarasi utama:

1. Peluncuran Indonesia Transition Factbook oleh BloombergNEF dan Kadin Indonesia;

2. Kolaborasi Strategis untuk Peta Jalan CCS/CCUS di Blok Arun oleh PT Energi Mega Persada (EMP) dan PEMA;

3. Peresmian Indonesian Association of EV Charging Owners (ASPELUSI).

ISF 2025 menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya menjadi tuan rumah bagi investasi hijau, tetapi juga penggerak utama ekosistem ekonomi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU