INDOZONE.ID - Token Edena mengumumkan kerja sama strategis dengan Kementerian Investasi RI dalam upaya menyalurkan investasi asing langsung (FDI) senilai USD10 miliar pada tahun 2026. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari target ambisius Indonesia untuk mewujudkan visi ekonomi besar di tahun 2045, yang dikenal sebagai Indonesia Emas.
Kolaborasi ini akan mempermudah akses investasi, tak hanya untuk kalangan besar, tetapi juga masyarakat luas. Dengan investasi minimal hanya Rp100.000, platform Edena membuka peluang baru bagi masyarakat Indonesia untuk turut serta dalam pengembangan ekonomi digital.
Baca juga: Mesir Satukan Real Estat dengan Investasi Karbon Pakai Token Digital
Pemerintah Dukung Penuh Transformasi Digital Finansial
Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa pemerintah sangat mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah maju dalam transformasi ekonomi nasional. Sekaligus menjadi magnet bagi modal asing yang sangat dibutuhkan.
“Inisiatif ini yang akan memperluas kesempatan investasi bagi 270 juta penduduk Indonesia sekaligus menarik modal asing yang signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kami,” katanya dalam acara pengumuman di kantor Kementerian Investasi, Jakarta.
Wamen Todotua menegaskan bahwa dukungan ini sangat penting karena tren global kini berfokus pada aset digital yang semakin diminati oleh investor besar, seperti BlackRock, yang mengalihkan dana triliunan dolar ke pasar tokenisasi. Sementara untuk proyeksi pasar tokenisasi global sendiri diperkirakan mencapai USD16 triliun pada 2030, dan Indonesia siap menjadi salah satu pemain utama.
Baca juga: Lampung Jadi Target Program Hilirisasi dan Investasi Besar Sektor Pangan Nasional
Strategi Pemerintah Mendukung Ekosistem Digital
Kementerian Investasi tidak hanya memberikan dukungan moral, tapi juga strategis. Mereka berkomitmen menciptakan lingkungan investasi yang kondusif dengan regulasi yang jelas dan ramah terhadap teknologi baru. Selain itu, upaya bersama untuk membangun ekosistem fintech yang solid juga menjadi fokus utama.
Beberapa area prioritas kerja sama antara lain pengembangan perdagangan kredit karbon, tokenisasi proyek infrastruktur besar, serta pembiayaan usaha kecil dan menengah secara lebih mudah dan terjangkau.
Dampak Positif bagi Perekonomian dan Pasar Kerja
Melaui platform DFA EDENA, diperkirakan lebih dari 100.000 lapangan pekerjaan baru akan tercipta, terutama di sektor teknologi dan keuangan. Selain itu, platform ini juga menjanjikan efisiensi biaya yang signifikan, seperti pengurangan biaya pendanaan UKM hingga 50%. Likuiditas pasar juga meningkat dengan kemudahan transaksi 24/7, berbeda dengan jam operasional pasar tradisional.
Direktur Utama PT Edena Capital Nusantara Wook Lee, menambahkan bahwa posisi Indonesia sebagai pusat ASEAN memungkinkan kolaborasi lintas benua, khususnya dengan wilayah MENA dan Afrika melalui Bursa STO EDENA Egypt. Hal ini menciptakan koridor keuangan digital yang menjangkau lebih dari 2,6 miliar orang di lebih dari 70 negara.
“Kami beroperasi di persimpangan dua zona ekonomi utama. Dukungan pemerintah Indonesia memvalidasi visi kami dan mempercepat misi kami,” ungkap Wook Lee.
Roadmap Implementasi dan Kepatuhan Regulasi
Peluncuran awal platform dijadwalkan pada kuartal terakhir 2025 dengan nilai tokenisasi aset mencapai USD1 miliar. Pada 2026, target investasi asing langsung naik menjadi USD10 miliar, dengan pengguna aktif mencapai satu juta orang. Tahun berikutnya, 2027, diharapkan jumlah ini meningkat tajam menjadi USD50 miliar seiring integrasi penuh dengan pasar ASEAN.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan