Kamis, 04 JUNI 2026 • 10:20 WIB

Menkeu Purbaya Optimistis IHSG Bangkit, Nilai Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Author

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

INDOZONE.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat kembali menguat seiring dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih solid di tengah tekanan pasar yang terjadi belakangan ini.

Menurut Purbaya, pelemahan IHSG saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen jangka pendek dan kekhawatiran investor terhadap sejumlah isu domestik, bukan karena memburuknya kondisi dasar perekonomian nasional.

"Saya yakin (IHSG) akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus," kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Kamis (4/6/2026).

Meski demikian, Purbaya tidak menetapkan target khusus untuk level IHSG sepanjang tahun ini. Ia menilai berbagai indikator ekonomi masih menunjukkan kondisi yang cukup sehat dan berpotensi menjadi pendorong pemulihan pasar saham ke depan.

Baca juga: Moody’s Beri Outlook Negatif Danantara Investment Management, IHSG Merosot Tajam! Ini Analisis Lengkapnya

Salah satu indikator yang disorot adalah tingkat inflasi pada Mei 2026 yang tercatat sebesar 3,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Selain itu, Purbaya juga melihat permintaan domestik masih terjaga. Aktivitas masyarakat di berbagai daerah disebut tetap tinggi, termasuk pada sektor konsumsi tersier seperti hiburan dan perhotelan yang menunjukkan daya beli masyarakat masih relatif kuat.

Kinerja ekonomi nasional, lanjut dia, juga tercermin dari penerimaan negara yang terus tumbuh. Hingga 30 April 2026, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp646,3 triliun atau meningkat 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp556,9 triliun.

"Jangan takut. Fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, nggak ada masalah," ujar Purbaya.

Ia menegaskan pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi sekaligus berupaya mempertahankan kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Investor Masih Mencermati Sejumlah Risiko

Di sisi lain, tekanan terhadap pasar saham masih dipengaruhi sejumlah faktor yang menjadi perhatian investor.

Baca juga: Apa Itu IHSG? Ini Pengertian, Faktor yang Memengaruhi, dan Cara Kerjanya dalam Investasi

Pada perdagangan Rabu sore, IHSG ditutup melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke level 5.941,07. Sementara indeks LQ45 turun 30,28 poin atau 4,89 persen menjadi 588,99.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan investor saat ini masih mencermati berbagai aspek yang berkaitan dengan tata kelola dan kredibilitas kebijakan pemerintah.

Menurut Liza, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi sentimen pasar, mulai dari outlook negatif yang diberikan oleh Moody's dan Fitch Ratings, tekanan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS, hingga berlanjutnya arus keluar dana asing dari pasar domestik.

Selain itu, investor juga menyoroti perlambatan kelas menengah yang selama ini menjadi penggerak utama konsumsi nasional, serta meningkatnya risiko komunikasi kebijakan dan kepemimpinan yang menjadi perhatian investor global.

Meski pasar masih dibayangi berbagai sentimen tersebut, pemerintah meyakini kondisi fundamental ekonomi yang tetap kuat dapat menjadi modal penting bagi pemulihan kepercayaan investor dan pergerakan IHSG dalam jangka menengah hingga panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU