Kamis, 21 MEI 2026 • 19:15 WIB

Utang Konsumtif Mulai Membebani? Coba Lakukan Tips Mengaturnya

Author

Ilustrasi Utang Konsumtif. (Freepik)

INDOZONE.ID - Utang konsumtif memang sering terasa ringan di awal. Tapi saat jumlahnya mulai banyak, tagihan setiap bulannya juga bisa membuat kewalahan.

Mulai dari cicilan gadget, kartu kredit, hingga paylater, semuanya bisa perlahan mengganggu kondisi finansial jika tidak diatur dengan baik.

Karena itu, penting untuk mulai mengelola utang konsumtif sebelum semakin menumpuk dan membuat cash flow berantakan.

Baca juga: Hal yang Perlu Kamu Lakukan Kalau Ingin Menabung Meski Masih Punya Hutang

Tips Mengatur Beban Utang Konsumtif

Nah, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar utang konsumtif tetap terkendali.

1. Catat Semua Utang yang Dimiliki

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mencatat semua utang yang kamu punya. Mulai dari total tagihan, bunga, cicilan bulanan, sampai jatuh temponya.

Dengan begitu, kamu jadi lebih mudah melihat mana utang yang paling membebani dan mana yang harus diprioritaskan lebih dulu.

2. Stop Tambah Utang Baru

Saat sedang fokus melunasi utang, coba tahan kebiasaan checkout atau ambil cicilan baru.

Jika perlu, sementara waktu nonaktifkan kartu kredit atau hapus aplikasi pinjaman online agar tidak mudah tergoda belanja impulsif.

Baca juga: 4 Cara Menabung Sambil Bayar Cicilan, Bisa Kok!

3. Pilih Strategi Bayar yang Paling Cocok

Ada dua cara yang sering dipakai untuk melunasi utang, yaitu metode snowball dan avalanche.

Metode snowball fokus melunasi utang dengan nominal paling kecil terlebih dahulu. Jadi, kamu bisa merasa lebih semangat karena satu per satu utang mulai lunas.

Sementara, metode avalanche lebih fokus melunasi utang dengan bunga paling tinggi dulu agar total bunganya tidak semakin besar.

4. Coba Negosiasi Cicilan atau Bunga

Banyak orang tidak sadar jika cicilan atau bunga utang sebenarnya bisa dinegosiasikan. Jika riwayat pembayaran kamu cukup bagus, biasanya pihak kreditur bisa memberi keringanan atau restrukturisasi pembayaran.

5. Pakai Bonus atau THR untuk Bayar Utang

Jika mendapat uang tambahan seperti bonus kerja atau THR, coba sisihkan sebagian untuk mempercepat pelunasan utang.

Baca juga: Utang Produktif dan Konsumtif, Mana yang Lebih Sehat untuk Finansial?

6. Mulai Bangun Dana Darurat

Salah satu alasan orang terus berutang biasanya karena tidak memiliki dana cadangan saat ada kebutuhan mendadak.

Karena itu, walaupun sedikit, coba mulai sisihkan uang untuk dana darurat. Jadi saat ada pengeluaran tak terduga, kamu tidak perlu langsung cari pinjaman baru.

Mengatur utang konsumtif memang tidak bisa selesai dalam semalam. Tapi jika mulai dibenahi pelan-pelan dan konsisten, kondisi finansial juga bisa jadi lebih aman dan tidak stres setiap akhir bulan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Heygotrade.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU