INDOZONE.ID - Banyak orang langsung panik saat punya utang. Fokusnya cuma satu: “Pokoknya harus cepat lunas!” — Akibatnya, semua uang habis buat bayar cicilan sampai nggak punya pegangan sama sekali.
Padahal ironisnya, kondisi seperti ini justru bikin keuangan makin rawan berantakan.
Baru kena musibah kecil sedikit — motor rusak, laptop error, atau mendadak sakit — langsung gali lubang tutup lubang lagi. Ujung-ujungnya menambah hutang baru dan stres makin numpuk.
Faktanya, punya hutang bukan berarti kamu dilarang menabung. Keduanya tetap bisa jalan bareng asal tahu strategi yang tepat.
Baca juga: TFSA, Salah Satu Opsi Terbaik Menyimpan Uang agar Makin Cuan Setelah Hutangmu Lunas
1. Jangan Langsung Brutal Bayar Hutang
Kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah menghabiskan seluruh gaji hanya demi melunasi cicilan secepat mungkin. Sekilas memang terlihat produktif. Tapi kalau sampai rekening benar-benar kosong, kondisi finansial malah jadi rapuh.
Karena itu, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan bukan langsung “perang” melawan hutang, melainkan membangun dana darurat terlebih dahulu. Dana ini ibarat pelampung saat kondisi keuangan lagi goyah.
2. Minimal Punya “Uang Penyelamat”
Idealnya, dana darurat cukup untuk kebutuhan hidup selama 3 sampai 6 bulan. Tapi tenang, kamu nggak harus langsung punya puluhan juta dalam semalam. Mulai saja dari target kecil yang realistis, misalnya:
- Setara satu bulan biaya kos atau cicilan rumah
- Rp5.000.000 pertama
- Atau minimal Rp1.000.000 sebagai permulaan awal
- Nominal kecil tetap penting karena bisa mencegah kamu panik saat ada kebutuhan mendadak. Banyak orang terjebak hutang lebih dalam bukan karena boros besar-besaran, tapi karena nggak punya uang cadangan saat keadaan darurat datang tiba-tiba.
3. Simpan di Tempat yang Gampang Diambil
Dana darurat jangan disimpan di tempat yang ribet dicairkan. Pilih rekening atau tabungan yang mudah diakses kapan saja, tapi tetap aman dan idealnya bisa menghasilkan bunga atau keuntungan tambahan.
Tujuannya sederhana: uang tetap berkembang, tapi tidak terlalu mudah dipakai buat belanja impulsif. Karena percuma punya tabungan kalau tiap tanggal-bulan kembar langsung habis checkout promo flash sale.
Baca juga: Gaji Selalu Habis Padahal Hutang Sudah Lunas? Bisa Jadi Kamu Belum Tahu Trik Simpel Ini!
4. Setelah Aman, Baru Susun Strategi Bebas Hutang
Kalau dana cadangan mulai terkumpul, barulah atur strategi pembayaran hutang dengan lebih tenang. Kamu bisa menentukan prioritas:
- Hutang bunga paling tinggi dulu
- Cicilan paling kecil dulu
- Atau target bebas utang di tahun tertentu
- Selain itu, jangan lupa tetap punya tujuan finansial lain supaya hidup nggak terasa cuma buat bayar tagihan, misalnya menabung untuk menikah, beli motor atau rumah, modal usaha, atau dana liburan tanpa harus pakai paylater lagi.
Baca juga: Semua Hutang Lunas? Ini Tempat Menyimpan Uang Demi Finansial yang Lebih Aman di Masa Tua!
Target seperti ini bikin kamu lebih semangat dan nggak gampang menyerah di tengah jalan.
Jangan Tunggu Gaji Besar Baru Mulai Nabung
Salah satu mitos paling bahaya adalah merasa harus kaya dulu baru bisa menabung. Padahal kebiasaan finansial sehat justru dimulai dari nominal kecil yang dilakukan konsisten.
Mau cuma Rp20.000 per hari atau Rp100.000 per minggu, itu tetap lebih baik dibanding tidak menyisihkan uang sama sekali. Karena orang yang kondisi keuangannya stabil bukan selalu yang penghasilannya paling besar. Tapi mereka yang tahu cara mengatur uang sebelum uangnya habis duluan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Consolidatedcreditcanada.ca