Selasa, 19 MEI 2026 • 17:00 WIB

Sering Kalap Saat Lihat Diskon? Kebiasaan Ini Bisa Bikin Kamu Bokek Selamanya! Bagaimana Cara Mengatasinya?

Author

Ilustrasi belanja online dan keuntungannya (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernah nggak merasa heran kenapa uang di rekening bisa menghilang secepat notifikasi promo datang? Padahal rasanya baru kemarin gajian. Tagihan sudah dibayar, kebutuhan utama terasa aman, tapi tiba-tiba saldo tinggal sisa angka yang bikin sesak napas. Dan lebih aneh lagi, kamu mungkin nggak merasa membeli sesuatu yang terlalu besar.

Faktanya, kebocoran finansial sering bukan berasal dari pengeluaran besar, melainkan keputusan kecil yang dilakukan saat emosi sedang tidak stabil.

Mulai dari checkout barang karena stres, tergoda promo “hari ini terakhir!”, sampai nekat mengeluarkan uang demi kepuasan sesaat, semuanya bisa perlahan menghancurkan kondisi keuangan tanpa disadari.

Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, jangan heran kalau target menabung, dana darurat, bahkan impian finansial kamu jadi makin sulit tercapai.

Baca juga: Riset 2026: 86% Warga RI Andalkan Dompet Digital untuk Belanja Online Didominasi Gen Z

Kalap Saat Emosi, Dompet Jadi Korban

Pernah belanja online cuma karena lagi bad mood? Atau tiba-tiba checkout barang mahal karena merasa butuh “self reward” setelah capek kerja mati-matian?

Kondisi seperti ini jauh lebih umum daripada yang dibayangkan. Saat seseorang sedang stres, sedih, marah, takut, bahkan terlalu senang, keputusan soal uang sering kali jadi tidak masuk akal.

Diskon besar-besaran, promo terbatas, flash sale tengah malam, hingga tulisan “stok tersisa 2” sering sukses bikin orang panik dan buru-buru checkout.

Padahal, setelah barang datang, tidak sedikit yang justru menyesal karena sadar barang tersebut sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Terjebak Harapan Untung Cepat

Keputusan emosional juga sering muncul saat seseorang ingin mendapatkan uang dalam waktu instan. Contohnya, terus bermain judi slot karena merasa “putaran berikutnya pasti menang” atau nekat mengambil keputusan finansial berisiko tinggi karena tergiur keuntungan cepat.

Alih-alih untung besar, banyak orang justru kehilangan uang lebih banyak karena sulit berhenti saat emosi sudah mengambil alih logika.

Gaya Hidup Demi Validasi

Sejumlah warga berbelanja pakaian untuk kebutuhan Lebaran di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Fenomena lain yang kini makin sering terjadi adalah memaksakan gaya hidup agar terlihat mapan di media sosial. Mulai dari membeli gadget terbaru, nongkrong di tempat mahal, traveling di luar kemampuan finansial, sampai mengambil cicilan hanya demi terlihat keren.

Masalahnya, kesenangan sesaat ini sering dibayar mahal lewat tagihan yang menumpuk di bulan berikutnya.

Cara Menghentikan Kebiasaan Ini

Kalau kamu merasa sering impulsif soal uang, coba biasakan berhenti sejenak sebelum mengambil keputusan besar. Tanya ke diri sendiri:

  • Apakah ini kebutuhan atau cuma keinginan sesaat?
  • Apakah saya benar-benar mampu membelinya sekarang?
  • Apakah keputusan ini mendukung tujuan finansial saya?

Memberi jeda beberapa jam atau bahkan beberapa hari sebelum membeli sesuatu bisa membantu pikiran jadi lebih rasional.

Baca juga: Menko Airlangga: Diskon, WFA, dan Bansos Dorong Ekonomi di Momentum Lebaran

Hobi Boleh, Asal Tetap Masuk Budget

Punya hobi mahal sebenarnya bukan masalah selama tetap direncanakan dengan baik.

Kalau kamu suka traveling, koleksi barang tertentu, otomotif, atau aktivitas lain yang menguras uang, pastikan ada anggaran khusus agar hobi tetap menyenangkan tanpa bikin stres finansial.

Hobi seharusnya jadi pelarian dari penatnya hidup, bukan sumber utang dan stres baru.

Jangan Sampai Menyesal di Akhir Bulan

Mengatur keuangan bukan berarti kamu harus hidup pelit dan menahan semua kesenangan. Kuncinya adalah tahu kapan harus menggunakan logika dan kapan harus menahan dorongan emosional.

Kalau kebiasaan ini terus dibiarkan, sebesar apa pun gaji kamu bisa tetap habis tanpa hasil.

Jadi, kalau rekening sering mendadak tipis padahal belum akhir bulan, mungkin masalahnya bukan pada jumlah gaji, tapi cara kamu mengambil keputusan saat emosi sedang naik turun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Consolidatedcreditcanada.ca

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU