INDOZONE.ID - Hari Raya Idul Fitri atau lebaran merupakan perayaan besar yang dinantikan umat muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Namun, di balik lebaran, ada tantangan besar yaitu mengelola keuangan biar tidak boncos usai perayaan akbar ini. Bagaimana tidak, jelang lebaran, pengeluaran rumah tangga akan bertambah ketimbang hari-hari biasa.
Dr. Wita Juwita Ermawati, dosen Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University,punya sejumlah tips untuk mengelola keuangan selama lebaran.
Ia menyarankan untuk setiap orang menghitung total pengeluaran selama lebaran serta memeriksa lagi kondisi keuangan terkini.
Baca juga: 5 Strategi Jual Cepat Stok Lebaran, Biar Nggak Numpuk dan Tetap Cuan
“Penting untuk memeriksa apakah ada pos keuangan yang terganggu, tabungan yang terpakai, atau bahkan utang yang muncul,” ujar Wita, dikutip pada Kamis (19/3/2026).
Usai lebaran, kamu harus kembali memprioritaskan menabung untuk pemulihan kondisi keuangan.
Lalu, ia menjelaskan, bahwa langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi kebutuhan rutin sehari-hari dan nonrutin dalam kurun waktu tertentu, baik pendek, menengah, maupun panjang. Sebut saja, rencana liburan, kesehatan, dan pendidikan.
Usai melakukannya, kamu harus mengurutkan kebutuhan-kebutuhan tersebut berdasarkan skala prioritas yang sesuai dengan pendapatan.
Selain itu, Wita juga mendorong untuk membuat target keuangan masa depan, seperti dana pernikahan dan investasi.
Dari penilaiannya, tabungan amat penting untuk menghindari utang, terutama dalam kondisi darurat. Oleh sebab itu, ia tidak menyarankan menjadikan pinjaman online (pinjol) sebagai solusi instan.
Pola 50-30-20
Dalam mengatur anggaran, Wita merekomendasikan penggunaan pola 50-30-20, yakni 50 persen pendapatan dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan atau cicilan utang, dan 20 persen untuk tabungan.
Baca juga: 4 Cara Mengatur THR Lebaran biar Gak Ludes Secepat Kilat
Jika pengeluaran rutin lebih besar daripada pendapatan, ia menyarankan untuk mencari penghasilan tambahan atau meninjau ulang pengeluaran yang tidak mendesak.
Wita menilai risiko terjadinya masalah keuangan usai lebaran akan mengecil jika kamu disiplin mengelola anggaran dan melakukan evaluasi tahunan.
Kamu harus tahu, evaluasi tahunan akan jadi dasar perencanaan keuangan pada tahun berikutnya. Jadi, siapa yang sudah siap untuk merayakan lebaran?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pers Rilis