Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 10:20 WIB

7 Cara Ngatur Uang Buat Mudik Lebaran, Anti Boncos!

Author

cara mengatur keuangan untuk mudik (freepik) 

INDOZONE.ID - Bagi sebagian orang, mudik Lebaran selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. 

Karena di momen ini kamu bisa kumpul keluarga, makan bareng, sampai nostalgia kampung halaman, yang memang rasanya nggak tergantikan.

Tapi di balik hangatnya suasana itu, ada satu hal yang sering bikin deg-degan, yaitu pengeluaran yang membengkak.

Tiket naik, harga kebutuhan melonjak, belum lagi uang jajan dan oleh-oleh saat mudik.

Kalau nggak diatur dari awal, dompet bisa langsung tipis sebelum balik ke kota.

Nah, supaya mudik kamu tetap happy tanpa bikin keuangan berantakan, ini dia tujuh cara ngatur uang yang bisa kamu terapkan: 

1. Tentukan Budget dari Awal

Langkah paling penting sebelum mudik adalah menentukan total budget yang kamu perlu saat lebaran nanti.

Hitung semua kebutuhan mulai dari tiket transportasi, makan di perjalanan, oleh-oleh, uang THR untuk keluarga, sampai dana darurat.

Dengan angka yang jelas, kamu jadi punya batas pengeluaran dan nggak asal gesek atau transfer. 

Budget ini juga membantu kamu lebih disiplin saat mulai tergoda belanja di luar rencana.

2. Beli Tiket dan Kebutuhan Lebih Awal

Perlu kamu ketahui harga tiket biasanya naik drastis mendekati Lebaran.

Jadi semakin mepet kamu beli tiket pula, maka semakin mahal juga harganya.

Baca juga: 8 Cara Mengatur Keuangan Biar Cepat Financial Freedom ala Raditya Dika, Tertarik untuk Coba?

Maka dari itu, usahakan beli tiket transportasi jauh-jauh hari supaya dapat harga lebih bersahabat.

Selain tiket, kebutuhan seperti baju lebaran atau hampers juga sebaiknya dibeli lebih awal agar nggak kena harga puncak.

3. Pisahkan Uang Mudik dari Rekening Harian

Biar nggak tercampur dengan uang jajan sehari-hari, sebaiknya kamu pisahkan dana mudik di rekening atau dompet digital khusus.

Cara ini bikin kamu lebih sadar berapa sisa uang yang tersedia untuk mudik nanti.

Selain itu, kamu juga jadi nggak tergoda memakai dana mudik untuk hal-hal yang nggak penting sebelum hari keberangkatan.

4. Buat Daftar Prioritas Pengeluaran

Memang saat mudik, godaan belanja itu nyata banget.

Mulai dari jajanan khas, diskon baju, sampai titipan saudara-saudara.

Nah, supaya nggak kalap,kamu bisa buat daftar prioritas pengeluaran untuk mudik nanti. 

Dahulukan kebutuhan utama seperti transportasi dan konsumsi. Kalau masih ada sisa budget, baru deh bisa dipakai untuk belanja tambahan.

5. Siapkan Dana Darurat

Siapkan dana darurat sangatlah penting karena perjalanan jauh selalu punya risiko tak terduga.

Baca juga: 7 Cara Mengatur Keuangan Setelah Resign, Biar Dompet Aman Meski Nggak Ngantor!

Bisa saja kendaraan bermasalah, tiket hangus, atau kebutuhan mendadak lainnya.

Kamu bisa sisihkan sebagian dana khusus untuk kondisi darurat.

Idealnya sekitar 10-20 persen dari total budget mudik nanti.

Nah, tabungan darurat ini kalau nggak terpakai, malah bisa jadi tabungan setelah Lebaran.

6. Manfaatkan Promo dan Diskon

Kamu juga bisa lho mencari promo-promo yag tersedia.

Banyak platform transportasi, e-wallet, hingga marketplace yang menawarkan diskon khusus menjelang Lebaran.

Cashback kecil sekalipun tetap bisa membantu menghemat pengeluaran.

Tapi ingat, jangan tergiur promo untuk membeli sesuatu yang sebenarnya nggak kamu butuhkan.

7. Tetap Catat Pengeluaran Selama Mudik

Walaupun lagi suasana libur, usahakan tetap mencatat pengeluaran.

Kamu bisa pakai aplikasi keuangan atau sekadar catatan sederhana di ponsel.

Dengan begitu, kamu tahu uang sudah terpakai untuk apa saja dan bisa mengontrol pengeluaran sampai hari terakhir mudik.

Jadi mudik itu soal kebahagiaan dan kebersamaan, bukan soal seberapa besar uang yang dihabiskan.

Dengan perencanaan yang matang dan pengeluaran yang terkontrol, kamu tetap bisa menikmati momen Lebaran tanpa harus stres memikirkan kondisi rekening setelahnya. Jadi, siap mudik tanpa boncos tahun ini?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: KemenKeu RI

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU