Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 14:35 WIB

Stop Tebak-tebakan! Ini Jumlah Tabungan Ideal Sesuai Kondisi Kamu

Author

Ilustrasi menabung. (Freepik)

INDOZONE.ID - Zaman sekarang, nabung tuh bukan cuma soal ngumpulin duit buat beli merch atau liburan doang, tapi lebih ke arah mempersiapkan masa depan dan keamanan finansial. Tapi bener nggak sih kalau banyak orang masih bingung, “Berapa sih tabungan yang ideal buat aku?” Tenang, kita bahas dari nol biar Gen Z semua ngerti dan bisa langsung action!

Kenapa Nabung Itu Penting Banget?

Sebelum ngomongin angka, yuk kita bahas dulu kenapa nabung itu nggak cuma soal nyisihin sebagian gaji:

  • Bikin hidup lebih tenang karena nggak panik saat tiba-tiba ada kebutuhan mendadak.
  • Lebih bebas secara finansial, jadi nggak selalu tergantung ke orang lain atau utang.
  • Bisa mulai wujudkan tujuan finansial jangka pendek maupun panjang, misalnya liburan, DP rumah, lanjut S2, atau persiapan pensiun.

Kalau dilihat dari para ahli finansial internasional, semua sepakat dana darurat alias emergency fund harus jadi prioritas dulu sebelum tujuan keuangan lainnya.

Baca juga: Tips Menabung ala Anak Muda: Biar Masa Tua Nggak Bikin Panik!

Tabungan Ideal: Gimana Cara Nentuin Angkanya?

Pertama-tama, kita perlu paham dulu konsep emergency fund alias dana darurat. Ini adalah tabungan khusus yang hanya dipakai ketika kebutuhan yang benar-benar mendesak muncul, seperti sakit mendadak, kehilangan pekerjaan, atau motor rusak.

Banyak financial expert internasional merekomendasikan agar kamu punya dana darurat yang cukup untuk menutupi pengeluaran hidup selama 3–6 bulan.

Contoh Perhitungannya

Misalnya, pengeluaran bulanan kamu Rp5 juta, maka:

  • 3 bulan: Rp15 juta
  • 6 bulan: Rp30 juta

Kenapa 3–6 bulan? Karena ini angka aman supaya kamu bisa survive tanpa stres kalau tiba-tiba income berhenti atau perlu biaya tak terduga.

Kalau kamu punya tanggungan, anak, atau kondisi kerja yang kurang stabil, jumlah ini bisa jadi lebih besar, misalnya 9–12 bulan pengeluaran!

Stop Bingung, Mulai dari Mana?

Ilustrasi Cara Cerdas Kelola Uang. (Foto: Freepik @stockking)

Kalau kamu baru banget mau mulai nabung dan masih “blank” soal apa yang harus dilakukan, coba beberapa cara yang sudah terbukti bikin proses nabung jadi lebih jelas dan doable:

1. Hitung dulu pengeluaran bulananmu

Ini penting banget! Catat semua biaya yang kamu keluarin per bulan, mulai dari kosan, makan, transportasi, sampai langganan aplikasi.

Kalau belum punya data, mulai dulu dari bulan ini aja pakai spreadsheet atau fitur Notes di HP kamu.

2. Mulai dari target kecil dulu

Kalau dana darurat 3 bulan terdengar berat banget buat kamu sekarang, mulai dari tujuan kecil dulu. Misalnya, target awal punya tabungan Rp500 ribu itu sudah oke banget!

Begitu sudah nambah, targetkan Rp1 juta, terus naik sampai angka ideal.

3. Terapkan aturan automate savings

Sisihkan langsung sebagian gaji kamu, misalnya 10–20 persen ke rekening tabungan yang berbeda dari rekening utama. Orang Gen Z suka yang simpel dan otomatis, kan?

Kalau gaji kamu Rp5 juta:

  • 10% = Rp500 ribu
  • 20% = Rp1 juta

Sisihkan saja sebelum dipakai buat nongkrong atau shopping!

4. Bagi tujuannya: emergency vs goals

Kalau kamu sudah punya dana darurat, kamu bisa mulai bikin tabungan tujuan lain, misalnya:

  • Tabungan liburan
  • Tabungan kendaraan baru
  • Tabungan DP rumah
  • Tabungan investasi

Ini bukan berarti semua duit harus dipisah, tapi kamu jadi tahu tujuan mana yang harus diprioritaskan.

Tips Supaya Tabunganmu Nggak Gampang Habis

Biar nabung tuh nggak terasa berat, cobain tips simpel ini:

  • Budgeting 50/30/20:
    50% kebutuhan
    30% gaya hidup
    20% tabungan dan investasi
  • Gunakan rekening terpisah
    Biar kamu nggak tergoda buat narik tabungan darurat waktu lihat diskon boba atau tiket konser.
  • Review tiap bulan
    Setiap akhir bulan, cek lagi pengeluaranmu. Mana yang bisa dipotong, mana yang perlu diarahkan ke tabungan.

Baca juga: 5 Tips Menabung Uang yang Ga Ribet: Cara Simpel Buat Kamu yang Super Sibuk

Idealnya Kita Harus Punya Berapa Tabungan?

Idealnya, tabungan kamu nggak cuma satu jenis aja. Ada tabungan untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan buat tujuan jangka pendek seperti liburan atau gadget baru, tabungan jangka panjang buat DP rumah, pendidikan, atau pensiun, dan tentu saja dana darurat. Dengan punya beberapa “lapisan” tabungan ini, kamu bisa lebih tenang karena setiap kebutuhan punya tempatnya sendiri.

Soal jumlahnya, nggak ada angka baku yang sama untuk semua orang. Namun, ada patokan umum. Untuk tujuan jangka pendek, biasanya cukup mulai dari Rp1 juta–Rp5 juta. Untuk tujuan jangka panjang, bisa disesuaikan dengan target dan kemampuan menabung tiap bulan. Dan untuk dana darurat, idealnya punya cukup untuk biaya hidup 3–6 bulan. Dengan begitu, tabungan kamu nggak cuma numpang lewat, tapi benar-benar siap menjaga hidup dan masa depan finansial kamu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Britannica, Generali.co.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU