Jumat, 15 AGUSTUS 2025 • 09:00 WIB

6 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga, Pasutri Baru Wajib Tahu!

Author

Ilustrasi bebas finansial melalui tips keuangan untuk generasi muda. (Freepik)

INDOZONE.ID - Mengelola keuangan dalam rumah tangga sering kali menjadi tantangan tersendiri. Maka dari itu, dibutuhkan strategi tentang mengatur keuangan yang tepat agar seluruh kebutuhan keluarga dapat terpenuhi dengan baik.

Banyak faktor yang memicu keuangan rumah tangga. Mulai dari kebutuhan wajib yang harus dipenuhi hingga keinginan atau konsumsi yang bersifat tambahan atau hiburan. Mengatur keuangan rumah tangga bukan hanya menjadi tanggung jawab satu orang saja. 

Suami dan istri memiliki peran penting yang setara dalam mengelola keuangan keluarga. Namun, apa saja konsekuensi yang bisa timbul jika pengelolaan keuangan rumah tangga dilakukan secara keliru?

Baca juga: Merdeka Finansial di Hari Kemerdekaan: Cara Atur Uang Biar Hidup Tenang dan Bebas Utang

Dampaknya bisa sangat buruk. Missed manajemen dalam mengatur keuangan rumah tangga bisa saja mengganggu keharmonisan keluarga.

Lantas, bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik dan benar? Berikut adalah cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatur keuangan rumah tangga secara efektif.

1. Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Langkah awal dalam mengelola keuangan rumah tangga adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Setelah menikah, akan ada berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi, seperti biaya makan sehari-hari hingga dana pendidikan jika kamu telah memiliki anak.

Namun, pada praktiknya, keuangan rumah tangga tidak hanya digunakan untuk kebutuhan yang bersifat wajib melainkan juga digunakan untuk belanja yang berdasar dari keinginan semata. 

Biasanya, kita suka lupa, malah mengalokasikan dana rumah tangga lebih banyak bukan pada kebutuhan tapi keinginan. Padahal, banyak dari keinginan kita yang sebenarnya belum perlu-perlu amat.

Contohnya seperti membeli fesyen terbaru, gadget terkini, liburan, hingga barang-barang lainnya yang bersifat sekunder dan tersier. Semuanya, bisa memakan dana yang tidak sedikit.

Meskipun demikian, bukan berarti hal-hal tersebut tidak boleh dipenuhi. Hanya saja, pengeluaran untuk itu sebaiknya dilakukan setelah kebutuhan pokok rumah tangga terpenuhi lebih dulu. Kebutuhan pokok tersebut meliputi biaya hidup sehari-hari seperti makan, transportasi, pendidikan anak, hingga pembayaran cicilan rumah.

Jadi, cara mengatur keuangan rumah tangga yang pertama perlu kamu lakukan adalah pahami perbedaan kebutuhan dan keinginan. Penuhi dulu kebutuhan rumah tangga baru alokasikan keuangan untuk keinginan pribadi.

2. Hitung Seluruh Pendapatan

Cara mengatur keuangan rumah tangga yang efektif adalah dengan menghitung seluruh pendapatan yang masuk selama satu bulan.

Pendapatan yang dimaksud di sini bukan hanya dari penghasilan gaji bulanan, tapi juga termasuk insentif yang kamu dapat bila menerima upah lembur hingga keuntungan bila kamu berinvestasi.

Ini penting dilakukan agar kamu bisa membagi alokasi penghasilan yang kamu miliki ke kebutuhan yang harus kamu penuhi. Ingat, yang pertama harus dipenuhi adalah kebutuhan yang bersifat primer. Dengan menghitung seluruh pendapatan, mengatur keuangan rumah tangga menjadi lebih mudah.

3. Buat Daftar Pengeluaran Prioritas Bulanan

Berikutnya adalah membuat daftar pengeluaran prioritas selama sebulan. Daftar ini membantu kamu dalam mengatur keuangan rumah tangga secara efektif. Dengan membuat daftar prioritas, alokasi dan pengeluaran dana rumah tangga menjadi lebih tertata.

Pengeluaran rumah tangga yang masuk daftar prioritas antara lain biaya makan sehari-hari, belanja dapur, tagihan listrik, tagihan air, biaya transport kerja, pendidikan anak apabila sudah memasuki usia sekolah, hingga cicilan kendaraan atau rumah.

Selain membantu mengatur keuangan rumah tangga, daftar ini akan menjadi pengingat bahwa kebutuhan prioritas harus terpenuhi terlebih dahulu baru kemudian bisa dialokasikan untuk kebutuhan sekunder dan tersier.

4. Siapkan Dana Darurat

Langkah selanjutnya dalam mengelola keuangan rumah tangga adalah menyiapkan dana darurat. Dalam kehidupan berumah tangga, tidak semua hal akan berjalan sesuai rencana, dan sering kali muncul kejadian tak terduga yang memerlukan kesiapan finansial.

Contoh yang sering terjadi adalah musibah seperti kecelakaan, PHK, hingga krisis ekonomi yang berskala besar. Apabila salah satu dari ketiga hal tersebut terjadi, maka sumber penghasilan rumah tangga bisa terganggu. 

Saat itulah manfaat memiliki anggaran dana darurat bisa dirasakan. Untuk itu, sebagai cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik penting bagi kamy untuk mempersiapkan dana darurat. 

Untuk melakukannya, selain memenuhi kebutuhan pokok, alokasikan sebagian penghasilan setiap bulan sebagai dana darurat, misalnya sekitar 10–30 persen dari pendapatan bulanan. Perlu diingat, dana ini hanya boleh digunakan saat keadaan mendesak atau situasi tak terduga.

5. Jaga Rasio Hutang

Untuk mengatur keuangan rumah tangga, yang paling baik sebenarnya adalah menghindari hutang. Sebab, tagihan dan kewajiban membayar hutang bisa menjadi beban yang membuat keuangan rumah tangga terganggu. Namun, ada sejumlah faktor yang mau tidak mau membuat kamu berhutang.

Disarankan, jika memang harus berutang, pastikan penggunaannya untuk kebutuhan pokok yang mendesak dan tidak bisa segera terpenuhi, seperti cicilan rumah. Di luar itu, sebaiknya hindari mengambil utang. 

Selain itu, penting untuk menjaga rasio utang agar tetap sehat, yaitu dengan memastikan jumlah cicilan atau kewajiban pembayaran utang tidak melebihi 30 persen dari total penghasilan. Jika melampaui batas tersebut, stabilitas keuangan rumah tangga berisiko terganggu.

Alokasikan untuk tabungan, asuransi, dan investasi

Selain mengalokasikan penghasilan untuk dana cadangan atau darurat, kamu juga perlu mengalokasikan penghasilan untuk keperluan di luar kebutuhan rutin. Seperti pengeluaran untuk tabungan, asuransi, dan investasi. Ketiganya termasuk dalam cara mengatur keuangan yang baik.

Ketiganya memberikan manfaat yang signifikan. Tabungan, seperti yang sudah umum diketahui, berguna untuk memenuhi kebutuhan saat ini maupun di masa mendatang. Dana yang disimpan di tabungan dapat dimanfaatkan untuk pengeluaran harian maupun kebutuhan mendesak.

Baca juga: Merdeka Finansial di Hari Kemerdekaan: Cara Atur Uang Biar Hidup Tenang dan Bebas Utang

Asuransi berfungsi sebagai perlindungan finansial, khususnya dalam menghadapi biaya kesehatan yang tidak terduga. Sementara itu, investasi berperan sebagai sarana menabung jangka panjang, sehingga aset yang dimiliki tidak cepat habis. Hasil keuntungan dari investasi dapat menjadi penopang keuangan di masa tua.

Dalam pengelolaan keuangan rumah tangga, ada berbagai cara untuk menabung, memiliki asuransi, dan berinvestasi. Saat memilih untuk menabung, penting menentukan tempat penyimpanan dana yang aman, seperti bank. 

Menabung di bank tidak hanya memberikan keuntungan dan keamanan, tetapi juga membantu memantau serta mengendalikan pengeluaran dengan lebih efektif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cimbniaga.co.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU