Ilustrasi belanja online dan keuntungannya (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak merasa heran kenapa uang di rekening bisa menghilang secepat notifikasi promo datang? Padahal rasanya baru kemarin gajian. Tagihan sudah dibayar, kebutuhan utama terasa aman, tapi tiba-tiba saldo tinggal sisa angka yang bikin sesak napas. Dan lebih aneh lagi, kamu mungkin nggak merasa membeli sesuatu yang terlalu besar.
Faktanya, kebocoran finansial sering bukan berasal dari pengeluaran besar, melainkan keputusan kecil yang dilakukan saat emosi sedang tidak stabil.
Mulai dari checkout barang karena stres, tergoda promo “hari ini terakhir!”, sampai nekat mengeluarkan uang demi kepuasan sesaat, semuanya bisa perlahan menghancurkan kondisi keuangan tanpa disadari.
Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, jangan heran kalau target menabung, dana darurat, bahkan impian finansial kamu jadi makin sulit tercapai.
Baca juga: Riset 2026: 86% Warga RI Andalkan Dompet Digital untuk Belanja Online Didominasi Gen Z
Pernah belanja online cuma karena lagi bad mood? Atau tiba-tiba checkout barang mahal karena merasa butuh “self reward” setelah capek kerja mati-matian?
Kondisi seperti ini jauh lebih umum daripada yang dibayangkan. Saat seseorang sedang stres, sedih, marah, takut, bahkan terlalu senang, keputusan soal uang sering kali jadi tidak masuk akal.
Diskon besar-besaran, promo terbatas, flash sale tengah malam, hingga tulisan “stok tersisa 2” sering sukses bikin orang panik dan buru-buru checkout.
Padahal, setelah barang datang, tidak sedikit yang justru menyesal karena sadar barang tersebut sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Keputusan emosional juga sering muncul saat seseorang ingin mendapatkan uang dalam waktu instan. Contohnya, terus bermain judi slot karena merasa “putaran berikutnya pasti menang” atau nekat mengambil keputusan finansial berisiko tinggi karena tergiur keuntungan cepat.
Alih-alih untung besar, banyak orang justru kehilangan uang lebih banyak karena sulit berhenti saat emosi sudah mengambil alih logika.
Fenomena lain yang kini makin sering terjadi adalah memaksakan gaya hidup agar terlihat mapan di media sosial. Mulai dari membeli gadget terbaru, nongkrong di tempat mahal, traveling di luar kemampuan finansial, sampai mengambil cicilan hanya demi terlihat keren.
Masalahnya, kesenangan sesaat ini sering dibayar mahal lewat tagihan yang menumpuk di bulan berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Consolidatedcreditcanada.ca