Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 14:03 WIB

Profesi Pembaca Tarot Bisa Jadi Sampingan, Kliennya Kebanyakan Gen Z yang Butuh Curhat

Author

ilustrasi profesi pembaca tarot (Freepik)

INDOZONE.ID - Profesi pembaca tarot mungkin terdengar asing karena tidak umum. Namun bagi sebagian orang yang memiliki pengetahuan bisa menjadikannnya sebagai lahan mencari cuan atau sekedar keahlian sampingan. 

Bila kamu membuka media sosial, mulai dari Youtube, Instagram atau Tiktok, dengan mengetik kata kunci 'Tarot Reader', kamu akan menemukan banyak sosok yang menjalankan profesi ini. 

Bahkan dalam situs Bussiness Insider, sebuah diari perjalanan bisnis seorang car reader terpampang jelas. 

Seorang pembaca kartu tarot profesional telah.  Ia sempat membuka tarif 50 dolar AS untuk sesi 30 menit untuk sesi online. Sementara itu, ada beberapa pembaca tarot lain di forum Quora yang menyebutkan bila mereka menarik tarif 135 sampai 145 US$ selama satu jam. 

Beberapa pembaca tarot lain juga mengaku kalau mereka menjalanan bisnis ini sebagai sampingan. Ada yang cuma satu klien satu hari di setiap jam 6 sore sampai jam 8 malam.  

Baca juga: Ketika Pembaca Tarot Jadi Tempat Curhat Para Gen Z: Bentuk Pertumbuhan Emosional dan Spiritual

Lalu bagaimana dengan pembaca Tarot di Indonesia? 

Indozone menghubungi salah satu pembaca tarot bernama Kuntari Puspita Januwarsi yang menggunakan pseudonim Enchantaree sebagai pembaca Tarot. Ada beberapa hal menarik tentang mengapa ia memilih tarot sebagai sampingan. 

Ilustrasi profesi pembaca tarot (Freepik)

Mengapa memilih menjadi pembaca tarot?

Kepada Indozone, Enchantaree menceritakan ketertarikannya dengan dunia tarot yang ia pelajari secara otodidak dan memiliki leluhur seorang divination.  

"Saya memilih tarot karena umumnya manusia lebih percaya kalau ada media atau hal-hal yang bisa ditangkap oleh indra mereka. Alih-alih membaca energi atau melihat kilasan masa depan," kata Enchantaree kepada Indozone. 

Sebagai pekerjaan sampingan untuk peliharaan kucing 

Ia juga mengakui bahwa dirinya memiliki pekerjaan ini sebagai sampingan lantaran memiliki pekerjaan umum. Sehingga ia membatasi jumlah klien. 

Baca juga: Di Balik Pembacaan Kartu Tarot: Ada Salah Kaprah yang Perlu Diluruskan

"Saya memulai semenjak 2019. Saya menarik tarif sekitar Rp50 ribu per satu pertanyaan," katanya. 

"Untuk pemasukkan, lumayan. Bisa untuk membeli keperluan dan kebutuhan kucing-kucing saya," jelasnya.  

"Saya mengadopsi beberapa kucing yang datang atau dibuang orang di depan rumah saya. Pekerjaan utama saya tidak mencukupi keperluan mereka, jadi saya memutuskan untuk membuka jasa tarot. Selain untuk memenuhi panggilan dari leluhur," jelasnya.  

Klien kebanyakan gen z yang curhat 

Tak jarang banyak dari kliennya adalah dari kalangan anak muda, khususnya gen z.  

"Sebagian besar gen z. Misalnya sebulan ada 15 klien, 10 dari mereka gen z," tutur Enchantaree. 

Ia juga mengalami fenomena di mana para kliennya tidak hanya dibacakan kartunya, tapi juga bercerita tentang kehidupan mereka. 

Baca juga: Mau Cuan dari Properti? Ini Panduan Lengkap Investasi Properti buat Pemula dari Nol!

"Umumnya tentang percintaan dan karier, tapi akan selalu nyentuh hubungan dengan orangtua pada akhirnya," jelasnya. 

Ilustrasi pembaca tarot (Freepik)

Makna tarot menurut Enchantaree  

Sebagai pembaca tarot, Enchantaree mencoba memaknai profesinya ini dalam ranah psikologi. Dalam artian bagaimana ia membantu orang untuk mengenal dirinya sendiri. 

"Tarot memberi kesempatan kepada mereka, terutama yang ingin dibaca, untuk mengunjungi inner-self. Sementara selama ini mereka sibuk dengan urusan di luar diri mereka, dan tidak memedulikan diri mereka," kata Enchantaree.  

Pandangan orang terhadap pembaca tarot 

Lantaran profesi pembaca tarot ini bukan profesi yang umum, tentunya banyak pandangan variatif dari masyarakat. Tak jarang bersifat argumentatif. 

Namun, Enchantaree merasa tak perlu banyak menjelaskan tentang seperti apa profesi pembaca tarot kepada masyarakat. 

Baca juga: Ahli Tarot Bongkar Kondisi Tiara Andini Usai Alshad Ahmad Diisukan Menikah sama Nissa

"Sama seperti ketika saya mendapatkan vision saat berjumpa dengan orang, saya nggak berusaha meluruskan atau menjelaskan bagaimana tarot.
Toh, tarot nggak ubahnya seperti ke psikolog, tapi dengan penanganan dan pendekatan berbeda," ungkapnya. 

"Yang percaya ya, monggo. Yang nggak percaya ya monggo. Masing-masing saja, jangan berusaha menghancurkan karena percaya punya niat baik, tapi malah menghancurkan orang," pungkasnya. 

Nah, kira-kira itulah sedikit pengetahuan tentang profesi pembaca tarot yang bisa juga dijadikan sebagai pekerjaan sampingan.  

Tentunya semua itu dilakukan dengan proses dan membranding dirinya sebagai pembaca tarot, seperti yang dilakukan oleh Enchantaree atau pembaca tarot lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU