Minggu, 26 APRIL 2026 • 17:40 WIB

5 Kesalahan Pakai Influencer yang Bikin Produk Bisnis Gagal Laku

Author

Kesalahan pakai influencer yang bikin produk bisnis gagal lakun (freepik)

INDOZONE.ID - Di era digital seperti sekarang, banyak bisnis mengandalkan influencer untuk memasarkan produknya. 

Strategi ini memang bisa efektif menjangkau banyak orang dalam waktu singkat. Namun, kalau dilakukan tanpa startegi yang tepat, hasilnya justru bisa bikin produk sepi peminat bahkan merugi.

Nah, sebelum budget marketing terbuang sia-sia, penting untuk tahu beberapa kesalahan yang sering terjadi saat memakai influencer berikut ini.

1. Asal Pilih Influencer karena Viral dan Followers Banyak

Banyak brand tergoda bekerja sama dengan influencer yang sedang viral atau punya jutaan followers. Sekilas memang terlihat menjanjikan karena produk bisa dikenal lebih luas dalam waktu cepat.

Namun, strategi ini belum tentu efektif jika audiens influencer tersebut tidak sesuai dengan target pasarmu. Selain itu, biaya kerja sama dengan influencer besar biasanya tidak murah.

Kalau audiensnya tidak relevan, hasil penjualan bisa jauh dari ekspektasi dan tidak sebanding dengan modal yang keluar.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset terlebih dahulu dan memilih influencer yang niche audiensnya sesuai dengan produkmu.

Misalnya, untuk produk kecantikan, bekerja sama dengan beauty content creator tentu akan lebih tepat sasaran.

2. Tidak Menyusun Budget dengan Matang

Sebelum mulai influencer marketing, kamu wajib tahu berapa budget yang siap dikeluarkan. Tentukan juga berapa persen dari total anggaran marketing yang ingin dialokasikan untuk strategi ini.

Kalau masih baru mencoba, sebaiknya jangan langsung mengeluarkan budget besar.

Baca juga: Persaingan di Era Digital kian Sengit! Ikuti Cara Ini agar Strategi Marketing Tepat Sasaran

Mulailah dengan test drive menggunakan influencer sesuai kemampuan budgetmu. Dari situ, kamu bisa melihat seberapa efektif hasilnya lalu melakukan evaluasi untuk kampanye berikutnya.

3. Terlalu Bergantung pada Influencer Marketing

Mengandalkan satu strategi pemasaran saja bisa sangat berisiko. Ibaratnya kamu terlalu menaruh semua telur dalam satu keranjang, kalau gagal, semuanya ikut berantakan.

Influencer marketing memang efektif, tapi hasilnya akan lebih maksimal jika dikombinasikan dengan strategi lain.

Kamu bisa mengoptimalkan media sosial secara organik, meningkatkan SEO website, atau menggunakan iklan berbayar seperti social media ads dan SEM.

Dengan begitu, pemasaran brand jadi lebih stabil dan menjangkau lebih banyak audiens.

4. Tidak Membuat Kontrak Kerja Sama yang Jelas

Kerja sama dengan influencer kadang tidak selalu mulus. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah konten diunggah tidak sesuai jadwal, sehingga kampanye produk jadi berantakan, apalagi untuk promo musiman.

Baca juga: Digital Marketing Agency Makin Potensial, Leonard Hartono Gabung rankpillar

Masalah lain yang sering muncul adalah konten tidak sesuai brief, sehingga pesan utama brand tidak tersampaikan.

Untuk menghindari hal seperti ini, pastikan ada kontrak kerja sama yang jelas sejak awal. Mulai dari timeline upload, konsep konten, revisi, hingga detail pembayaran harus dibahas secara transparan.

5. Konten Terlalu Hard Selling, Bikin Audiens Skip

Kesalahan lain yang sering dilakukan brand adalah membuat brief terlalu kaku dan terlalu fokus jualan. Akibatnya, konten terasa seperti iklan biasa dan audiens cenderung langsung melewatinya.

Padahal, kekuatan influencer ada pada cara mereka menyampaikan pesan dengan gaya yang natural dan relatable.

Tetap tonjolkan keunggulan produk, tapi beri ruang bagi influencer untuk mengemas konten dengan cara yang lebih engaging.

Pendekatan soft selling biasanya terasa lebih halus dan efektif menarik perhatian audiens.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Impact.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU