Selasa, 26 AGUSTUS 2025 • 17:01 WIB

Bermodal Rp2 Juta, Ini Kunci Sukses CEO Healthy Go Bangun Bisnis Makanan Sehat hingga Tembus 15 Kota

Author

CEO Healthy Go Luvian Wiradharma dalam sesi "Masa Depanmu Penting" di event Indonesia Punya Kamu (IPK) 2025 di IPB. (INDOZONE/Imelda Chairunnisa)

INDOZONE.ID - Dalam sesi "Masa Depanmu Penting" di event Indonesia Punya Kamu (IPK) 2025 yang digelar di Graha Widya Wisuda, Institut Pertanian Bogor (IPB University) pada Selasa (26/8/2025), Luvian Wiradharma selaku CEO Healthy Go menceritakan pengalamannya dalam membangun usaha makanan sehat.

Berawal dari keberanian memulai dengan modal hanya Rp2 juta pada tahun 2019, Luvian Wiradharma berhasil membangun Healthy Go, sebuah platform makanan sehat yang kini hadir di 15 kota di seluruh Indonesia dengan lebih dari 200.000 pelanggan hingga tahun ini.

Luvian mengakui bahwa perjalanan bisnisnya diawali tanpa latar belakang khusus dalam dunia kuliner atau bisnis makanan. 

"Saya tidak punya keahlian memasak, bahkan tidak sekolah memasak, tapi saya berani mulai dan fokus memberikan yang terbaik,” ujar Luvian.

Dari hanya menjual makanan sehat ke teman dan keluarga, Healthy Go kini menjadi pilihan banyak orang yang ingin hidup sehat tanpa harus mengorbankan rasa dan kantong.

Baca juga: CEO Dibimbing Ungkap Pentingnya Skill Relevan untuk Cari Kerja di Event Indonesia Punya Kamu 2025

Makanan Sehat, Praktis, dan Terjangkau

Healthy Go menawarkan konsep makanan sehat yang "enak dan affordable", sehingga pelanggan bisa tetap beraktivitas optimal tanpa masalah pencernaan atau kesehatan. 

"Kami ingin makanan sehat jadi bagian dari lifestyle, bukan sekadar obat," ungkapnya.

Berkat kerja keras dan dedikasi, Healthy Go mulai merasakan hasil positif meski memulai dari skala kecil dengan ruang produksi di kontrakan yang hanya seharga Rp800.000 per bulan. 

"Saya sendiri mencari cara untuk membuat makanan yang praktis tapi tetap memberikan dampak positif bagi kesehatan,” katanya.

Mengutamakan Tes Pasar dan Respons Konsumen

Luvian menekankan pentingnya melakukan riset dan pengujian produk berkelanjutan. 

Healthy Go terus menguji rasa dan kebutuhan pasar sebelum meluncurkan produk baru, memastikan bahwa setiap produk bisa diterima dan benar-benar membantu gaya hidup sehat masyarakat.

"Harus tahu dulu apa yang sebenarnya dibutuhkan pasar dan bagaimana kita bisa mengisi kebutuhan itu,” tuturnya. 

Konsep ini terbukti ampuh membangun kepercayaan pelanggan sekaligus menjaga kualitas produk tetap terjaga.

Networking dan Kolaborasi, Kunci Kesuksesan

Ketika ditanya soal modal besar versus networking, Luvian menegaskan bahwa membangun jaringan dan kolaborasi lebih penting, terutama bagi pengusaha yang baru mulai. 

"Kalau belum punya produk, networking tidak akan mudah. Tapi setelah punya produk dan track record, networking akan lebih gampang berkembang,” jelasnya.

Networking juga sangat membantu Healthy Go bertahan dan berkembang di masa pandemi COVID-19 yang penuh tantangan. 

"Saat pandemi, kami lakukan diskon besar-besaran sampai 50 persen agar pelanggan tetap bisa menikmati makanan sehat meski kondisi sulit,” ujarnya. 

Strategi ini membantu menjaga bisnis tetap hidup dan menumbuhkan loyalitas pelanggan.

Luvian percaya bahwa dengan fokus pada produk yang praktis, sehat, dan terjangkau, serta memperkuat jaringan, Healthy Go akan terus berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

"Bagi saya, memulai bisnis itu harus berani dan fokus. Kalau kita percaya dengan produk kita, kita harus terus berinovasi dan dengarkan pasar," tutupnya penuh semangat.

Healthy Go menjadi bukti nyata bahwa dengan keberanian memulai, fokus pada kualitas produk, dan membangun jaringan yang solid, bisnis makanan sehat di Indonesia bisa tumbuh pesat dan berdampak positif bagi banyak orang.

Baca juga: Bukan Acara Biasa, Indonesia Punya Kamu 2025 di IPB Ajak Pemuda untuk Jadi Agen Perubahan

Kegiatan IPK 2025 merupakan hasil kolaborasi lintas media, akademisi, dan institusi, termasuk Perum LKBN ANTARA, Garuda TV, Indozone, On Us Asia, dan Institut Pertanian Bogor (IPB University). 

Acara ini diisi oleh para tokoh nasional dan praktisi, seperti Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta para CEO startup pertanian dan teknologi.

Mengusung tema "Farm The Future: Anak Muda Saatnya Bawa Pertanian ke Next Level", rangkaian acara ini dirancang untuk memberikan bekal inspirasi dan pengetahuan, mulai dari talk show dan dialog, hingga Your Voice Matters sebagai wadah aspirasi mahasiswa, dan job fair untuk membuka peluang karir. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU