Kamis, 31 JULI 2025 • 09:43 WIB

China Tanggapi Kritik AS soal Ekspor: Kami Fokus Bangun Ekonomi Berkelanjutan

Author

Seorang pekerja memeriksa pengoperasian sistem robot pengelasan cerdas di pangkalan manufaktur cerdas. (ANTARA/Xinhua/Zhao Zishuo) 

INDOZONE.ID - Pernyataan terbaru dari pejabat AS yang menyebutkan bahwa ekspor China "membanjiri" pasar global dan ekonomi China perlu "diseimbangkan kembali" hanyalah retorika lama yang sering digunakan untuk menyerang China

Klaim ini mengabaikan kenyataan bahwa ekonomi China telah memasuki tahap perkembangan yang lebih berkualitas.

Meskipun nilai ekspor China masih besar, kontribusi ekspor terhadap perekonomian China secara bertahap menurun dalam beberapa tahun terakhir, sehingga proporsinya saat ini lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara seperti Vietnam, Jerman, dan Korea Selatan.

Baca juga: PPATK Hentikan Sementara Transaksi di Rekening Dormant: Rp 428 Miliar Terindikasi Disalahgunakan

Sementara itu, nilai impor China terus tumbuh, mencapai lebih dari 2,64 triliun dolar AS pada 2024, lebih dari 10 kali lipat dibandingkan jumlah yang tercatat pada 2000.

Pertumbuhan ekonomi China kini semakin bertumpu pada permintaan domestik, dengan belanja konsumen yang menyumbang lebih dari 40% terhadap pertumbuhan PDB China pada 2024. Ini berarti belanja konsumen mendorong PDB naik sebesar 2,2 poin persentase, menjadikannya faktor kunci dalam menggerakkan perekonomian China.

Perkembangan sektor manufaktur China merupakan hasil dari upayanya sendiri serta kerja sama global yang tak ternilai. Hal ini didorong oleh permintaan pasar dan keunggulan komparatif.

China telah berkembang menjadi pusat inovasi global, dengan banyak perusahaan asing yang mendirikan pusat penelitian dan pengembangan di negara tersebut. 

Transisi manufaktur China ke sektor bernilai tambah tinggi juga semakin cepat, seperti terlihat dari pertumbuhan ekspor kendaraan energi baru yang mempercepat transformasi industri otomotif global. 

China kini bukan hanya berperan sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan pengembangan teknologi.

Dengan fondasi yang kuat dalam rantai nilai global, China terus meningkatkan kemampuan produksi dan inovasinya untuk membangun sistem rantai nilai yang lebih inklusif, efisien, dan bermanfaat bagi semua pihak. 

Baca juga: China-Indonesia Jalin Hubungan Baik Lewat Proyek Pertanian Padi Organik di Bali

Tujuannya adalah untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat di seluruh dunia melalui peningkatan kerja sama dan pembangunan yang berkelanjutan.

Politisi AS yang gencar menyerukan retorika "penyeimbangan kembali China" sejatinya tengah mendorong agenda pemisahan diri dari China. 

Namun, langkah itu tidak akan berhasil. Dalam perekonomian global, hal yang benar-benar dibutuhkan negara-negara adalah kerja sama, bukan pola pikir menang kalah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU