Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 08:20 WIB

OJK Perkuat Pengamanan Sistem Perbankan dari Serangan Siber yang Makin Kompleks

OJK Perkuat Pengamanan Sistem Perbankan dari Serangan Siber yang Makin KompleksIlustrasi serangan di dunia siber. (Freepik)

INDOZONE.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan perlindungan sistem perbankan terhadap risiko serangan siber.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengakui serangan siber saat ini tidak lagi dilakukan secara individu, namun sudah terorganisasi dalam bentuk kelompok.

Kondisi tersebut membuat pola kejahatan digital semakin kompleks dan berisiko tinggi bagi sektor jasa keuangan.

"Cyber attack dan scamming ini sekarang seperti sudah incorporated. Jadi artinya memang mereka itu sudah bukan lagi perseorangan, tetapi ini sudah merupakan suatu kelompok. Sudah incorporated, mereka itu sudah membuka jejaring dan lain sebagainya," ujar Dian dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Kamis (18/9/2025).

Baca juga: OJK Ajak Generasi Muda Tanamkan Budaya Menabung, Demi Ketahanan Finansial

Menurutnya, OJK telah melaksanakan pemeriksaan komprehensif terhadap sektor perbankan, khususnya bank pembangunan daerah (BPD), menyusul beberapa kasus yang baru-baru ini terjadi.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah titik lemah yang berpotensi dimanfaatkan pelaku serangan siber.

Dian juga mengatakan bahwa OJK saat ini lebih mengutamakan pendekatan yang terintegrasi dalam menangani kasus serangan siber, termasuk dalam insiden dugaan pembobolan rekening dana nasabah (RDN) di sebuah perusahaan sekuritas.

"Kami sekarang menggunakan pendekatan yang lebih terintegrasi. Jadi misalnya kalau ada di RDN itu terkait dengan pasar modal dan terkait juga dengan perbankan, tentu kita juga akan langsung melakukan pemeriksaan bersama. Dan kami, berdua dengan Pak Inarno (Kepala eksekutif PMDK OJK) itu juga sudah bisa mengidentifikasi persoalan-persoalan pokok yang ada di bank maupun yang ada di pasar modal," ujarnya pula.

Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin menyoroti isu dugaan kebobolan rekening dana nasabah di salah satu bank swasta yang menimbulkan kerugian miliaran rupiah bagi investor.

Ia meminta OJK memberikan klarifikasi terbuka untuk meredam keresahan publik.

“Beberapa hari ini ada salah satu bank swasta terkena isu kebobolan rekening dana nasabah milik suatu perusahaan sekuritas yang ditempatkan pada salah satu bank swasta yang tentu berada di bawah pengawasannya Pak Dian. Nah, kasus ini selain menimbulkan kerugian miliaran untuk investornya, juga memicu kekhawatiran kepada publik, masyarakat umum, investor,” beber Puteri.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merespons isu dugaan pembobolan Rekening Dana Nasabah (RDN) milik anak perusahaan PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) yang ada di BCA, dengan menyatakan bahwa sistem internal BCA tetap aman. 

Hera F Haryn, EVP Communication and Social Responsibility BCA, menegaskan bahwa tidak ada kerugian finansial yang dialami nasabah dalam kasus tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

OJK Perkuat Pengamanan Sistem Perbankan dari Serangan Siber yang Makin Kompleks

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!