Ilustrasi beras. (Freepik/user6842811)
INDOZONE.ID - Melalui operasi pasar dan distribusi yang merata, Badan Pangan Nasional (Bapanas) berhasil menjaga stabilitas harga beras di 196 kabupaten/kota, sehingga masyarakat dapat terus mengakses pangan dengan harga yang terjangkau.
"Terkait fluktuasi harga beras di pasaran saat ini, program intervensi telah pemerintah lakukan sejak Juli 2025 antara lain program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan beras," kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, dikutip dari ANTARA pada Kamis.
Dia memaparkan bahwa intervensi pemerintah meliputi penyaluran beras SPHP serta bantuan pangan beras, yang menjadi instrumen utama keseimbangan pasokan dan harga beras nasional.
Baca juga: Beras SPHP Jadi Penopang Utama Stabilitas Harga di Pasar
Menurutnya, data Panel Harga Pangan Bapanas menunjukkan adanya peningkatan sebesar 26 persen dalam jumlah kabupaten/kota yang memiliki rata-rata harga beras medium sama atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sejak akhir Juli hingga Agustus.
Pada akhir Juli tercatat 155 kabupaten/kota dengan harga beras medium stabil, kemudian pada minggu keempat Agustus jumlah tersebut meningkat menjadi 196 kabupaten/kota dengan harga lebih terkendali.
Sebagai stimulus ekonomi dan untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah juga mendistribusikan bantuan pangan berupa sekitar 360 ribu ton beras kepada 18,27 juta keluarga selama dua bulan, yaitu Juni dan Juli 2025.
Sementara itu, SPHP beras periode Juli-Desember 2025 menargetkan penyaluran 1,3 juta ton, dengan realisasi harian Perum Bulog saat ini mampu mencapai lebih dari 7 ribu ton di berbagai wilayah.
Ketut menyampaikan bahwa distribusi beras SPHP terus diperluas di pasar rakyat dan ritel modern untuk memastikan penyebaran yang lebih merata, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses beras dengan harga yang terjangkau.
Sebelumnya, Anggota Ombudsman Republik Indonesia Yeka Hendra Fatika menegaskan pentingnya perhatian penuh pada perkembangan harga beras medium. Kondisi harga beras medium penting distabilkan bagi masyarakat secara luas.
Baca juga: Indonesia Kirim 10 Ribu Ton Beras untuk Palestina, Perintah Langsung dari Presiden Prabowo
"Intinya Ombudsman akan mendalami persoalan ini. (Mulai) dari siapa yang bertugas untuk melakukan stabilisasi pada saat ketersediaan (beras) terbatas dan harga sedang melonjak. Itu sudah jelas, itu ranahnya Badan Pangan Nasional," kata Yeka.
Terpisah, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyatakan komitmennya dalam upaya pemerintah memasifkan program intervensi perberasan.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo, program SPHP beras akan terus digenjot hingga Desember. Misalnya sebelum Desember sudah mencapai 1,3 juta ton, akan kami ajukan kembali untuk target tambahannya. Stok beras pemerintah sangat besar saat ini," pungkas Arief.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA