Kamis, 11 JUNI 2026 • 19:12 WIB

Apa Bunyi Hukum Permintaan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Author

Ilustrasi Hukum Permintaan. (Freepik)

INDOZONE.ID - Dalam ilmu ekonomi, hukum permintaan menjadi salah satu konsep dasar yang wajib dipahami.

Teori ini menjelaskan hubungan antara harga barang dan minat konsumen untuk membeli barang tersebut.

Bersama dengan hukum penawaran, konsep ini bantu menjelaskan bagaimana harga terbentuk di pasar. Nah, agar lebih mudah dipahami, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Reaksi Emak-Emak hingga Karyawan Imbas BBM Naik: Khawatir Lonjakan Pasar Ikut Naik!

Pengertian Hukum Permintaan

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada tingkat harga tertentu.

Sementara itu, hukum permintaan merupakan aturan yang menjelaskan hubungan antara harga barang dan jumlah permintaan terhadap barang tersebut.

Bunyi hukum permintaan adalah: “Jika harga barang mahal, maka barang yang diminta akan lebih sedikit”.

Karena itu, hubungan antara harga dan permintaan bersifat berbanding terbalik. Contohnya, saat harga sembako atau makanan favorit sedang naik, sebagian orang biasanya akan mengurangi pembelian.

Namun, ketika harganya turun atau sedang diskon, jumlah pembeli cenderung bertambah. Perlu diketahui, hukum permintaan lebih berfokus pada perilaku konsumen atau pembeli. Sedangkan hukum penawaran berkaitan dengan perilaku produsen atau penjual.

Baca juga: 10 Negara Ini Jadi Destinasi Utama Pekerja Migran Indonesia

Faktor yang Memengaruhi Hukum Permintaan

Selain harga barang itu sendiri, ada beberapa faktor lain yang bisa memengaruhi tingkat permintaan masyarakat.

1. Harga Barang

Harga menjadi faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap permintaan. Semakin murah harga suatu barang, biasanya semakin banyak orang yang tertarik membeli.

Sebaliknya, ketika harga naik, minat beli konsumen cenderung menurun. Karena itu, perubahan harga sering kali langsung memengaruhi jumlah permintaan di pasar.

2. Harga Barang Pengganti

Faktor berikutnya adalah harga barang substitusi atau barang pengganti. Jika harga suatu produk naik, konsumen biasanya akan mencari alternatif yang lebih murah.

Sebagai contoh, ketika harga kopi tertentu naik drastis, sebagian orang mungkin beralih ke merek lain yang harganya lebih terjangkau.

Inilah yang membuat harga barang pengganti juga ikut memengaruhi permintaan suatu produk.

Baca juga: Apa Penyebab Daya Beli Masyarakat Menurun? Simak Faktor Utamanya

3. Tingkat Pendapatan Konsumen

Besarnya pendapatan juga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Saat pendapatan meningkat, konsumen biasanya memiliki kemampuan lebih besar untuk membeli berbagai kebutuhan maupun keinginan.

Akibatnya, permintaan terhadap barang dan jasa ikut meningkat. Sebaliknya, ketika pendapatan menurun, masyarakat cenderung lebih selektif dalam berbelanja sehingga permintaan bisa berkurang.

Itulah penjelasan mengenai bunyi hukum permintaan, pengertian, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Dengan memahami konsep ini, kamu bisa lebih mudah melihat bagaimana harga dan perilaku konsumen saling berkaitan dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Accurate.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU