Rabu, 03 JUNI 2026 • 11:20 WIB

NTP Naik Jadi 127,73 pada Mei 2026, Mentan Sebut Kesejahteraan Petani Makin Menguat

Author

Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

INDOZONE.ID - Kesejahteraan petani menunjukkan tren positif pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencapai 127,73 atau naik 1,99 persen dibandingkan April 2026 yang berada di level 125,24.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai kenaikan tersebut menjadi sinyal bahwa pendapatan petani tumbuh lebih cepat dibandingkan biaya produksi dan pengeluaran rumah tangga yang mereka tanggung.

"Alhamdulillah, kenaikan NTP menjadi kabar baik bagi petani Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pendapatan petani meningkat dan hasil kerja keras mereka di lapangan semakin memberikan nilai tambah," kata Amran dalam keterangannya, dikutip Rabu (3/6/2026). 

Menurut Amran, peningkatan NTP mencerminkan mulai dirasakannya dampak berbagai program penguatan sektor pertanian yang dijalankan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Program tersebut mencakup peningkatan luas tanam, optimalisasi lahan, rehabilitasi dan normalisasi jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan pendampingan petani di sentra produksi.

Baca juga: Mentan Pastikan Indonesia Ekspor Beras pada 2026 usai Swasembada Terbukti

Ia menjelaskan, NTP merupakan salah satu indikator utama untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. Ketika nilai yang diterima petani meningkat lebih tinggi dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan, maka daya beli dan kemampuan ekonomi petani juga ikut menguat.

"Kementerian Pertanian akan terus berupaya menjaga agar petani memperoleh keuntungan yang layak dari usaha taninya," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menjelaskan kenaikan NTP pada Mei 2026 terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) meningkat lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB).

"Kenaikan NTP ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 2,53 persen. Ini lebih tinggi dibandingkan peningkatan indeks harga yang dibayarkan petani yang naik sebesar 0,53 persen," kata Pudji dalam rilis BPS di Jakarta.

BPS mencatat sejumlah komoditas utama menjadi pendorong kenaikan harga yang diterima petani, di antaranya karet, gabah, kakao atau cokelat biji, serta bawang merah.

Dari seluruh subsektor pertanian, hortikultura menjadi penyumbang kenaikan NTP tertinggi. Pada Mei 2026, NTP hortikultura meningkat 7,08 persen, didorong oleh kenaikan harga bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat.

"Subsektor yang mengalami kenaikan NTP tertinggi adalah subsektor hortikultura. Subsektor hortikultura ini mengalami kenaikan NTP sebesar 7,08 persen. Hal ini karena IT naik sebesar 7,52 persen sedangkan IB hanya naik sebesar 0,41 persen," ujar Pudji.

Baca juga: BGN Libatkan Petani dan UMKM Lokal Perkuat Pasokan Program Makan Bergizi Gratis

Selain hortikultura, subsektor tanaman pangan juga mencatat kinerja positif. NTP tanaman pangan naik 1,34 persen dari 112,29 pada April menjadi 113,79 pada Mei 2026.

Kondisi tersebut mencerminkan membaiknya posisi ekonomi petani tanaman pangan di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.

Amran menambahkan, capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi di daerah. Karena itu, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan agar keuntungan yang diterima petani tetap optimal.

"Kita ingin petani semakin sejahtera. Karena itu fokus pemerintah tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang baik. Ketika produktivitas naik dan harga petani membaik, maka kesejahteraan petani akan meningkat," tegasnya.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global, Amran menilai sektor pertanian tetap mampu menunjukkan daya tahan dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Ia menegaskan pemerintah akan terus memperkuat program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani.

"Petani adalah pahlawan pangan bangsa. Karena itu kami memastikan para petani bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik, biaya produksi semakin efisien, dan usaha tani semakin menjanjikan. Kenaikan NTP ini harus kita jaga bersama agar manfaatnya semakin dirasakan oleh petani di seluruh Indonesia," kata Amran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU