INDOZONE.ID - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan pembangunan ibu kota baru di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dilakukan melalui perencanaan yang disusun secara detail dan bertahap.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, proses pembangunan kawasan inti pemerintahan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui tahapan yang telah dirancang sejak awal.
“Pembangunan IKN direncanakan secara terperinci, terukur, dan dikendalikan secara konsisten,” ujar Danis saat menjelaskan perkembangan pembangunan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kamis (14/5/2026).
Menurut dia, pembangunan IKN mengacu pada sejumlah dokumen dan regulasi yang saling terintegrasi, mulai dari rencana induk, peraturan presiden, hingga rencana detail tata ruang (RDTR).
Seluruh pengembangan kawasan juga disebut dijalankan dengan target dan pengawasan yang terukur.
Baca juga: Menkeu Purbaya Sebut Pembangunan IKN Tetap Dilanjutkan pada 2026 dari Dana APBN
Pada tahap awal, pembangunan infrastruktur dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum, sebelum kemudian dilanjutkan Otorita IKN bersama berbagai pihak.
Keterlibatan lintas sektor dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan ibu kota baru tersebut, mulai dari kementerian, perguruan tinggi, sektor swasta nasional dan asing, hingga masyarakat sekitar kawasan.
“Kolaborasi lintas sektor dilakukan agar pembangunan IKN dapat berjalan sesuai target waktu dan kualitas yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Danis.
Ia menambahkan konsep pembangunan IKN juga menekankan penerapan prinsip ramah lingkungan dan pemanfaatan teknologi modern.
“Prinsip bangunan hijau, gedung cerdas, infrastruktur terintegrasi, hingga pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan dijalankan,” ujarnya.
Baca juga: Pemerintah Rencanakan Pembangunan 2.772 Km Jalur Kereta Api di Kalimantan
Selain dipersiapkan sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia, kawasan IKN juga dirancang menjadi kota modern yang mengutamakan efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, dan pelayanan publik berbasis digital.
Pemerintah juga memproyeksikan IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk mendorong pemerataan pembangunan antara wilayah barat dan timur Indonesia sekaligus mengurangi beban Jakarta.
“Konsep pembangunan IKN juga disiapkan dengan pendekatan kota masa depan,” kata Danis.
Saat ini, pembangunan IKN memasuki tahap penting dengan 115 paket konstruksi berjalan secara bersamaan di kawasan inti pemerintahan.
Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan infrastruktur utama hingga fasilitas pendukung, termasuk jalan tol, bendungan, jaringan energi, telekomunikasi, dan sistem penyediaan air minum yang terus dipercepat untuk mendukung operasional ibu kota baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA