Rabu, 20 MEI 2026 • 10:15 WIB

Cek Fakta Upah Terendah di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

Author

Ilustrasi Upah Terendah di Dunia. (Freepik)

INDOZONE.ID - Kalau kamu merasa hidup lagi capek-capeknya, karena kerja bagai kuda tapi gaji terasa kayak siput, mungkin kamu perlu menyimak obrolan kita kali ini.

Belakangan ini, lagi ramai banget nih dibahas di media sosial, terutama setelah akun YouTube/The Utomos membagikan data yang cukup bikin kita semua tarik napas panjang.

Topik soal gaji atau upah minimum memang selalu jadi isu yang sensitif tapi sekaligus bikin penasaran, apalagi kalau kita sudah mulai membandingkan diri dengan negara tetangga atau standar global.

Kita semua tahu, kalau biaya hidup zaman sekarang makin nggak ngotak. Harga kopi susu literan naik, skincare langganan harganya makin selangit, belum lagi biaya paket data yang jadi kebutuhan primer buat scroll TikTok atau nonton streaming.

Di tengah gempuran inflasi yang bikin pusing tujuh keliling, ternyata ada fakta menarik sekaligus mengharukan, tentang posisi negara kita tercinta dalam kancah upah dunia.

Siapkan mental kamu, karena data dari Velocity Global tahun 2024 menunjukkan, realita yang mungkin bikin kamu makin rajin cari side hustle atau malah pengin peluk dompet erat-erat.

Baca juga: Disposable Income: Uang Nyata yang Bisa Dipakai, Bukan Sekadar Angka di Slip Gaji

Realita Pahit Indonesia di Peringkat 10 Besar Dunia

Masuk peringkat sepuluh besar biasanya jadi kebanggaan, kalau kita bicara soal prestasi olahraga atau destinasi wisata tercantik.

Tapi kali ini, peringkat yang diraih Indonesia mungkin bukan jenis prestasi yang pengin kalian pajang di feed Instagram.

Ternyata, Indonesia resmi masuk dalam jajaran sepuluh besar negara dengan upah terendah di dunia.

Berdasarkan data terbaru, kita nangkring di posisi ke-10. Rasanya seperti lagi dapet kejutan ulang tahun tapi isinya cuma zonk ya?

Melihat data ini, nggak heran kalau banyak dari kita yang merasa gaji cuma mampir lewat doang, seperti mantan yang tiba-tiba chat tanya kabar.

Meskipun secara ekonomi makro negara kita dibilang bertumbuh, tapi kalau dilihat dari kacamata upah minimum, kita masih harus banyak berjuang.

Posisi ke-10 ini menunjukkan, kalau perjuangan para pekerja di Indonesia untuk mendapatkan standar hidup yang layak masih sangat panjang.

Kita berada di daftar yang sama dengan negara-negara yang mungkin selama ini kita anggap memiliki tantangan ekonomi yang sangat besar.

Mencoba Memahami Angka Dua Ratusan Dollar

Kalau kita bedah angkanya lebih dalam, rata-rata upah di Indonesia itu tercatat sekitar 223 dollar Amerika Serikat per bulannya.

Kalau dikonversi ke rupiah dengan kurs saat ini, angkanya memang berputar di kisaran dua juta sampai lima juta rupiah.

Nah, angka ini sifatnya rata-rata ya gengs, karena kita tahu sendiri di Indonesia itu ada yang namanya UMR atau UMP yang beda-beda tiap daerah.

Ada yang di Jakarta mungkin sudah tembus lima juta, tapi di daerah lain masih ada yang berjuang di angka dua jutaan.

Bayangkan saja dengan uang sekitar 223 dollar itu, seorang anak muda harus bisa mengatur strategi bertahan hidup.

Mulai dari bayar kosan yang makin mahal, beli bensin buat motor biar bisa berangkat kerja, sampai makan sehari-hari yang menunya mungkin lebih sering mie instan dicampur telur demi penghematan.

Angka 223 dollar ini kalau dibawa ke luar negeri mungkin cuma cukup buat beli beberapa potong baju branded, tapi di sini, uang itu harus diputar sedemikian rupa biar bisa cukup sampai akhir bulan. Benar-benar sebuah seni bertahan hidup yang tingkat tinggi banget.

Belajar Bersyukur dari Kondisi Tragis di Nigeria

Tapi tunggu dulu, sebelum kita makin sedih dan meratapi nasib, mari kita coba geser pandangan sedikit ke arah Benua Afrika.

Kalau kita merasa 223 dollar itu sudah sangat kecil, ternyata ada yang jauh lebih memprihatinkan.

Di peringkat pertama negara dengan upah terendah di dunia, ada Nigeria. Kalian tahu berapa upah minimum di sana? Cuma 46 dollar per bulan!

Kalau dirupiahkan, itu mungkin nggak sampai satu juta rupiah. Coba bayangkan gimana caranya hidup sebulan penuh dengan uang segitu di zaman sekarang.

Melihat angka di Nigeria bikin kita sadar kalau seburuk-buruknya kondisi kita, ternyata ada saudara-saudara kita di bagian dunia lain yang situasinya jauh lebih ekstrem.

Bayangkan 46 dollar itu buat makan, tempat tinggal, dan kesehatan. Rasanya hampir mustahil, tapi itulah kenyataan pahit yang terjadi di sana.

Data ini seolah menampar kita untuk tetap bersyukur tapi tetap kritis dengan keadaan. Meskipun kita nggak di posisi terbawah, peringkat 10 tetap bukan posisi yang nyaman untuk didiami lama-lama.

Baca juga: 4 Cara Atur Gaji UMR: Salah Satunya Maksimalkan Uang Sekecil Apapun

Ilustrasi Ilustrasi Upah Terendah di Dunia. (magnific)

Daftar Negara yang Berada dalam Lingkaran Upah Minim

Selain Indonesia dan Nigeria, daftar ini juga diisi oleh negara-negara lain yang mungkin sering kalian dengar namanya.

Ada India di posisi kedua dengan 64 dollar, diikuti Uzbekistan dengan 90 dollar, dan Pakistan dengan 115 dollar.

Negara tetangga kita di Asia Tenggara seperti Vietnam dan Filipina juga nggak absen dari daftar ini. Vietnam ada di angka 167 dollar, sedangkan Filipina sedikit di atasnya dengan 169 dollar.

Kalau kita perhatikan, negara-negara ini kebanyakan adalah negara berkembang yang memang punya populasi besar.

Tantangannya hampir mirip, yaitu gimana caranya menyeimbangkan antara menarik investasi asing dengan menyediakan upah yang manusiawi buat warganya.

Vietnam dan Filipina sering banget dibanding-bandingkan dengan Indonesia dalam urusan industri manufaktur.

Ternyata, secara angka statistik, upah kita masih sedikit lebih tinggi dibandingkan mereka, walaupun selisihnya nggak seberapa kalau dibandingin sama harga outfit yang lagi tren sekarang.

Mengapa Upah Minimum Bisa Sangat Beragam di Tiap Daerah

Salah satu hal yang unik di Indonesia adalah, rentang gaji yang sangat lebar. Seperti yang disebutkan sebelumnya, upah kita berkisar antara 126 dollar sampai 316 dollar.

Ini semua tergantung kamu tinggal di mana. Kalau kamu kerja di kota besar dengan gaya hidup metropolitan, mungkin kamu dapet angka di batas atas, tapi pengeluarannya juga ngeri-ngeri sedap.

Tapi kalau kamu di kota kecil, upahnya kecil tapi harga soto masih ada yang lima ribu rupiah.

Ketimpangan antar daerah ini yang sering bikin drama kalau lagi musim kenaikan UMR. Buruh di kota besar menuntut kenaikan karena biaya hidup makin gila.

Sementara di sisi lain, pengusaha juga pusing mikirin biaya operasional. Ini adalah dilema klasik dalam ekonomi kita.

Tapi intinya satu, berapapun angkanya, kalau nggak dibarengi dengan pengendalian harga barang pokok, ya ujung-ujungnya rakyat kecil juga yang bakal megap-megap buat napas di akhir bulan.

Masa Depan Karier dan Strategi Anak Muda Menghadapi Realita

Setelah tahu fakta kalau upah terendah di dunia itu melibatkan nama Indonesia, apa yang harus kita lakukan?

Apakah cuma bisa pasrah dan terus-terusan curhat di X? Tentu nggak dong. Anak muda zaman sekarang itu dikenal kreatif dan punya banyak akal.

Banyak yang mulai melirik dunia freelance internasional karena gajinya pakai dollar tapi tinggalnya di Indonesia yang biaya hidupnya relatif murah. Istilah kerennya jadi digital nomad.

Dengan kemajuan teknologi, batas negara itu makin tipis. Kita nggak perlu lagi terpaku sama upah minimum lokal kalau memang punya skill yang bisa dijual ke luar negeri.

Belajar coding, desain grafis, digital marketing, atau bahkan jadi content creator adalah beberapa jalan ninja yang diambil banyak orang buat keluar dari jeratan angka 223 dollar tadi.

Kita harus pintar melihat peluang supaya nggak cuma jadi bagian dari statistik upah rendah, tapi jadi penggerak ekonomi yang mandiri.

Baca juga: Cara Bertahan Hidup dengan Gaji 3 Juta di Tahun 2026, Ini Tips Realistis Tanpa Drama!

Ilustrasi Upah Terendah di Dunia. (Freepik)

Menutup obrolan panjang kita soal upah terendah di dunia ini, penting buat kita untuk tetap menjaga kewarasan mental.

Angka memang penting sebagai bahan evaluasi dan kritik buat pemerintah supaya lebih memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.

Tapi jangan sampai angka-angka ini bikin kita kehilangan semangat buat berkarya dan mengejar mimpi.

Realitanya memang pahit, tapi peluang untuk mengubah nasib selalu ada buat mereka yang mau terus belajar dan beradaptasi.

Semoga ke depannya, peringkat Indonesia dalam daftar ini makin turun, alias gaji kita makin naik dan kesejahteraan makin merata.

Sampai saat itu tiba, tetap semangat para pejuang rupiah, jangan lupa jaga kesehatan, dan jangan lupa untuk tetap bahagia meskipun saldo ATM lagi mode kritis. Kita pasti bisa melewati ini semua asal tetap solid dan terus upgrade diri!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU