INDOZONE.ID - Nilai tukar mata uang setiap negara selalu berubah mengikuti kondisi ekonomi global, inflasi, kebijakan suku bunga, hingga situasi politik.
Saat ini, ada sejumlah mata uang yang nilainya sangat kecil jika dibandingkan dengan dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan, untuk mendapatkan 1 dolar AS, beberapa negara membutuhkan ribuan hingga jutaan unit mata uang lokal.
Kondisi ini biasanya dipengaruhi inflasi tinggi, tekanan ekonomi, konflik, atau lemahnya kepercayaan pasar.
Baca juga: Industri Material Bangunan Perkenalkan Inovasi Lewat Konsep Ruang Imersif
Lalu, mata uang apa saja yang masuk daftar terlemah di dunia pada 2026? Berikut ulasannya.
Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia 2026
1. Rial Iran (IRR)
Rial Iran menjadi salah satu mata uang dengan nilai tukar paling rendah di dunia. Nilainya sekitar USD 0,000001 per 1 rial, artinya 1 dolar AS setara lebih dari 1,3 juta rial.
Tekanan ekonomi, sanksi internasional, dan konflik geopolitik membuat nilai mata uang ini terus melemah.
2. Pound Lebanon (LBP)
Pound Lebanon juga masih berada di posisi teratas daftar mata uang terlemah. Nilainya sekitar USD 0,000011 per 1 pound Lebanon.
Krisis perbankan, inflasi tinggi, dan ketidakstabilan politik jadi faktor utama pelemahan mata uang negara tersebut.
Baca juga: Pemerintah Rencanakan Pembangunan 2.772 Km Jalur Kereta Api di Kalimantan
3. Dong Vietnam (VND)
Dong Vietnam tercatat bernilai sekitar USD 0,000038. Artinya, 1 dolar AS bisa ditukar dengan lebih dari 26 ribu dong Vietnam.
Meski ekonominya tumbuh, tekanan ekspor dan kondisi global ikut memengaruhi nilai tukarnya.
4. Kip Laos (LAK)
Kip Laos berada di urutan berikutnya dengan nilai sekitar USD 0,000045, itu berarti satu dolar bernilai sama dengan 22.065,41 LAK..
Utang luar negeri yang tinggi, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi yang melambat membuat nilai mata uang Laos terus tertekan.
5. Rupiah Indonesia (IDR)
Rupiah Indonesia masuk daftar ini dengan nilai sekitar USD 0,000059 per rupiah.
Meski tergolong stabil di kawasan Asia Tenggara, secara nominal rupiah memang membutuhkan belasan ribu untuk setara 1 dolar AS.
Baca juga: BNI Tuntaskan Pengembalian Dana Rp28,26 Miliar ke Nasabah CU Aek Nabara
6. Som Uzbekistan (UZS)
Som Uzbekistan bernilai sekitar USD 0,000082. Jadi, 1 dolar AS setara lebih dari 12 ribu som. Negara ini masih menghadapi tantangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
7. Franc Guinea (GNF)
Franc Guinea memiliki nilai sekitar USD 0,000114 per unit, artinya satu dolar setara dengan 8.774,19 franc Guinea.
Meski kaya sumber daya alam seperti emas dan berlian, negara ini masih menghadapi masalah ekonomi dan politik.
8. Ariary Madagaskar (MGA)
Ariary Madagaskar bernilai sekitar USD 0,000239, sehingga satu dolar bernilai 4.177,54 ariary. Perekonomian negara ini banyak ditopang sektor pertanian, pertambangan, dan ekspor vanili.
9. Franc Burundi (BIF)
Franc Burundi memiliki nilai sekitar USD 0,000336, sehingga satu dolar AS setara dengan 2.972,40 Franc Burundi.
Ekonomi Burundi masih sangat bergantung pada ekspor kopi dan teh, sehingga rentan terhadap gejolak harga komoditas.
10. Guarani Paraguay (PYG)
Guarani Paraguay bernilai sekitar USD 0,000154, sehingga satu dolar setara dengan 6.485,51 guarani.
Inflasi, peredaran uang palsu, dan tekanan ekonomi menjadi faktor pelemahan mata uang ini.
Baca juga: Kantongi Izin Resmi, BI Sebut Turis Jepang Segera Bisa Bayar Pakai QRIS di Indonesia
Kenapa Mata Uang Bisa Lemah?
Nilai mata uang suatu negara bisa melemah karena beberapa faktor, seperti:
- Inflasi tinggi
- Krisis politik atau konflik
- Utang negara besar
- Cadangan devisa menurun
- Kepercayaan investor rendah
- Ekonomi melambat
Mata uang yang lebih lemah kadang bisa membantu ekspor karena harga barang jadi lebih murah di pasar global. Namun jika terlalu lemah, dampaknya bisa berat karena harga impor naik dan daya beli masyarakat menurun.
Itulah daftar 10 mata uang terlemah di dunia 2026. Posisi ini bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi ekonomi global dan kebijakan masing-masing negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Forbes