Ilustrasi mata uang terlemah di dunia (luluexchange.com)
INDOZONE.ID - Di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah Indonesia pada April 2026, banyak orang mulai khawatir, apakah ini tanda ekonomi sedang tidak baik-baik saja?
Kekhawatiran ini wajar. Namun, penting untuk melihat perspektif yang lebih luas.
Faktanya, ada banyak mata uang di dunia yang nilainya jauh lebih rendah dibandingkan Rupiah, bahkan memiliki "nol" yang jauh lebih panjang.
Tapi menariknya, tidak semua kondisi itu mencerminkan krisis yang sedang berlangsung.
Simak penjelasan mengenai fenomena mata uang lemah, baik dari sisi ekonomi makro maupun psikologis berikut.
Baca juga: Sejumlah Mata Uang Menguat Seiring Tidak Ada Serangan Militer AS untuk Kuasai Greenland
Secara sederhana, mata uang disebut lemah jika nilainya sangat kecil dibandingkan mata uang global seperti Dolar AS.
Misalnya: 1 Dolar AS bisa setara dengan ribuan, puluhan ribu, bahkan ratusan ribu unit mata uang lain.
Hal ini sering terlihat dari banyaknya angka nol dalam nominal uang.
Namun, penting untuk dipahami bahwa nilai tukar rendah ≠ ekonomi buruk secara otomatis.
Berikut beberapa mata uang dengan nilai tukar terlemah di dunia:
Rial Iran dikenal sebagai salah satu mata uang terlemah di dunia.
Hal ini dikarenakan sanksi ekonomi internasional, inflasi tinggi dalam jangka panjang, dan ketidakstabilan ekonomi.
Akibatnya, harga barang menjadi sangat tinggi dalam nominal angka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wise.com