Kamis, 08 JANUARI 2026 • 20:38 WIB

Panen Jagung Serentak Polri dari Bekasi, Kapolri Sebut Sudah Penen 3,5 Ton Sepanjang 2025

Author

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, dalam panen jagung di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Kamis 8 Januari 2026. (Dok. Polda Metro Jaya)

INDOZONE.ID - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Mentan Andi Amran Sulaiman, dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, menghadiri panen raya jagung secara serentak di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Kamis (8/1/2026). Diklaim, sepanjang 2025, Polri sudah memanen sebanyak 3,5 ton.

"Untuk kondisi saat ini dari hasil satu tahun ataupun kuartal keempat sampai dengan kuartal keempat, kontribusi kepolisian dalam hal ikut berpartisipasi di bidang jagung, hasil panen kita berada diantara 3,4 sampai dengan 3,5 juta," kata Kapolri kepada wartawan, Kamis (8/1/2026).

Panen raya yang dipimpin Kapolri itu, sudah dilakukan di Perkebunan Jagung Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, 

Usai dipanen, Kapolri mengungkap aktivitas selanjutnya langsung dalam tahap penanaman kembali.

"Alhamdulillah, hari ini panen serentak kita laksanakan di wilayah Bekasi, di lahan 25.000 hektar dan setelah ini langsung akan ditanam sehingga total yang akan ditanam pasca panen ini luasnya 50 hektar dan ini tentunya menjadi bagian yang akan terus kita kontrol dan kita evaluasi," ucap Kapolri.

Baca juga: Panen Minim, Harga Cabai Merah Di Lhokseumawe Melonjak

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol Anwar, menegaskan Polri sudah melakukan upaya serius pada tahun ini, dalam mendukung ketahanan pangan melalui program penanaman jagung secara nasional.

"Sepanjang tahun 2025, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan telah melaksanakan penanaman jagung dengan total luas mencapai 651.196,35 hektare di berbagai wilayah Indonesia," kata Irjen Anwar.

Program ini disebutnya menjadi kontribusi nyata Polri untuk memperkuat sektor pertanian nasional, termasuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

"Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi jagung nasional, tetapi juga untuk mendukung kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU