INDOZONE.ID - Sistem pembayaran digital nasional QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kini resmi memasuki babak baru sebagai instrumen transaksi lintas negara.
Tidak hanya menjadi sistem pembayaran nontunai terbesar di Indonesia, QRIS saat ini telah terhubung dengan jaringan pembayaran di sembilan negara, yaitu Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, Laos, Brunei, Jepang, dan Korea.Dengan ini, QRIS tidak hanya besar di Indonesia, tetapi dapat digunakan untuk transaksi lintas negara.
Berdasarkan data Bank Indonesia per Agustus 2025, penggunaan QRIS terus tumbuh pesat, dengan 6,05 miliar transaksi selama Semester I 2025 dan nilai transaksi menembus Rp579 triliun.
Baca juga: Distribusi BBM di Sumbar Usai Bencana Mulai Pulih, BPH Migas Tambah 17 Mobil Tangki
Dari total 41 juta merchant yang telah terdaftar QRIS, lebih dari 93 persen adalah pelaku UMKM, menjadikan integrasi lintas negara ini peluang besar untuk memperluas pasar bisnis kecil Indonesia.
Menurut Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti), ekspansi QRIS ke ranah internasional menjadi bukti kuatnya digitalisasi ekonomi Indonesia dalam satu dekade terakhir.
“Pertumbuhan adopsi QRIS yang hampir tiga kali lipat setiap tahun menunjukkan kesiapan Indonesia terhubung dalam ekosistem pembayaran global,” ujar Gundy Cahyadi, Research Director Prasasti.
Baca juga: Kenaikan Harga BBM Pertamina Berlaku 1 Desember 2025: Cek Harga Baru Pertamax di Kotamu
Lebih jauh, Prasasti menilai bahwa QRIS lintas negara dapat menjadi alat bagi UMKM untuk naik kelas melalui akses pasar regional, peningkatan daya saing, serta peluang memperluas ekspor produk lokal.
Selain itu, data transaksi QRIS dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan digital dan pengambilan kebijakan ekonomi yang lebih tepat.
Baca juga: Modal Kecil Cuan Maksimal! Ini Cara Aman Main Futures Leverage Tinggi
Ekspansi QRIS juga dipandang sebagai langkah penting dalam mendukung transformasi ekonomi Indonesia melalui kemudahan transaksi, efisiensi biaya, dan peningkatan inklusi keuangan. Integrasi sistem pembayaran digital yang lebih luas diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di tengah kompetisi ekonomi Asia Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siaran Pers/Prasasti