Mayoritas Penduduk Amerika Serikat Mulai Terdampak Perang Tarif, Tak Setuju pada Kebijakan Trump
INDOZONE.ID - Sebagian besar penduduk Amerika Serikat mulai merasakan dampak perang tarif impor yang ditabuh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kebijakan itu telah mendorong kenaikan harga barang yang berimbas pada kondisi keuangan mereka.
Kondisi tersebut tercermin dalam jajak pendapat yang diprakarsai kolaborasi ABC News, Washongton Post dan Ipsos Poll.
Kenaikan harga barang menyebabkan pengeluaran warga Amerika Serikat membengkak.
Berdasarkan survei, 7 dari 10 orang menyatakan mengeluarkan uang lebih banyak untuk makanan dan minuman mereka dibanding tahun lalu.
Baca juga: Bank Jakarta Bukukan Laba Bersih Rp520,81 miliar di Triwulan III 20205
Sementara itu, 6 dari 10 orang mengeluarkan biaya lebih untuk keperluan hidup.
Pengeluaran yang lebih besar dirasakan semua orang tanpa memandang haluan politiknya dengan persentase Demokrat (89 persen), Independen (73), Republik (52).
Perang tarif impor menjadi salah satu kebijakan kontroversial Trump di masa jabatannya yang kedua.
Amerika menerapkan persentase tarif impor beragam kepada setiap negara untuk barang yang mereka kirim ke Negeri Paman Sam.
Sebanyak 65 persen warga Amerika tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Dari hasil jajak pendapat, 55 persen orang mengatakan perang tarif malah membuat kondisi ekonomi mereka kacau.
Baca juga: Pemkot Lhokseumawe Bidik Malaysia dan Taiwan sebagai Pasar Produk Hilirisasi Sawit
Jajak pendapat dilakukan adalam rentang 24-28 Oktober 2025, dengan sampel 2.725 orang dewasa dan margin eror 1,9 persen.
Berdasarkan pandangan politik, para partisan tersebar dengan Demokrat (28 persen), Republik (28) dan independen/yang lain (41).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Abcnews.go.com