Presiden Prabowo Heran Ada Direksi BUMN Merasa Kayak Raja, Langsung Perintahkan Jaksa Agung Usut
INDOZONE.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk merapikan tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dalam pidatonya saat membuka Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (28/8/2025), Prabowo menyampaikan keheranannya melihat masih ada direksi BUMN yang bersikap layaknya raja dalam mengelola perusahaan milik negara.
“Di Indonesia ini, saya kasih tahu ya, there is no one that cannot be replaced. Tidak ada orang yang tidak bisa diganti, termasuk Presiden Republik Indonesia. Kalau saya nggak bener, kalau saya brengsek, saya bisa diganti. Ada itu direksi-direksi BUMN merasa kayak jadi raja aja, kayak perusahaannya punya neneknya sendiri,” kata Presiden.
Dalam kesempatan itu, Prabowo langsung memberi instruksi pada Jaksa Agung ST Burhanuddin yang turut hadir. Ia meminta agar aparat penegak hukum mengusut dan menindak direksi BUMN yang diduga melanggar aturan.
“Jaksa Agung, ada Jaksa Agung. Jaksa Agung banyak pekerjaan ini,” ucapnya.
Baca juga: Danantara Kirim 36 Direksi BUMN ke Swiss Ikuti Top Gun Leadership Camp
Prabowo menyinggung keberadaan Badan Penyelenggara Investasi (BPI) Danantara yang kini menghimpun aset negara ke dalam satu wadah sovereign wealth fund atau dana investasi pemerintah.
Menurutnya, Indonesia kini memiliki aset hingga sekitar 1.000 miliar dolar AS, menjadikannya salah satu yang terbesar di dunia.
“Seribu miliar dolar (AS) sovereign wealth fund kita, sekarang mungkin ke-5 di dunia. Selama ini tercecer nggak jelas dan banyak yang tidak baik manajemennya,” kata Prabowo.
Presiden juga menyoroti praktik pemberian tantiem atau bonus kepada jajaran komisaris meski perusahaan BUMN merugi. Ia menyebut praktik tersebut tidak adil bagi rakyat dan menegaskan sudah menghapus skema tantiem.
“Kemarin saya hilangkan tantiem. Tantiem pun saya enggak jelas apa arti tantiem. Rupanya saya cek itu bahasa Belanda. Yang repot, perusahaan rugi dikasih bonus komisarisnya. Enak di lo, nggak enak di rakyat, no! coret!” tegasnya.
Prabowo menambahkan, bila ada direksi atau komisaris yang tidak sepakat dengan kebijakan tersebut, dirinya siap mengganti dengan generasi muda yang lebih kompeten dan berintegritas.
Dengan nada tegas, Presiden menegaskan arah kebijakannya adalah membersihkan tata kelola BUMN dari praktik boros dan melenceng.
Ia menekankan bahwa BUMN harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, karena menyangkut kepentingan negara dan rakyat.
“Yang nggak mau, alhamdulillah. You nggak mau, out! Get out! Banyak anak muda yang mau masuk (memimpin BUMN),” pungkas Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA