INDOZONE.ID - Kwik Kian Gie, Ekonom sekaligus Mantan Menteri Koordinator Ekonomi, dikabarkan meninggal dunia di usia 90 tahun, kabar ini disampaikan oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.
Berita duka ini sangat mengejutkan banyak pihak, terutama bagi mereka yang mengenal dedikasi dan peran pentingnya dalam memajukan perekonomian Indonesia.
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, membagikan kabar duka tersebut melalui akun Instagram pribadinya @sandiuno, pada 28 Juli, di mana ia menyampaikan rasa belasungkawanya atas meninggalnya Kwik Kian Gie, sosok yang dikenal sebagai mentor dan pemikir bangsa.
Baca juga: Eks Menko Ekonomi Kwik Kian Gie Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun
"Selamat jalan, Pak Kwik Kian Gie. Ekonom, pendidik, nasionalis sejati. Mentor yang tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran. Yang berdiri tegak di tengah badai, demi kepentingan rakyat dan negeri. Indonesia berduka," demikian keterangan unggahan Sandiaga Uno, dikutip Indozone pada Selasa.
Profil Singkat dan Perjalanan Kariernya
Lahir di Juwana, Pati, Jawa Tengah, pada 11 Januari 1935, Kwik Kian Gie menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studinya di Nederlandse Economische Hogeschool (kini Erasmus University Rotterdam), lulus pada 1963.
Ia kemudian bergabung sebagai staf di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag dari 1963 hingga 1964.
Setelah itu, ia menempati berbagai posisi strategis di dunia bisnis dan lembaga keuangan baik di Belanda maupun Indonesia hingga pertengahan 1970-an. Pengalaman internasional tersebut turut memperkaya pandangannya dalam bidang ekonomi dan kebijakan publik.
Pada 1987, Kwik Kian Gie bersama Djoenaedi Joesoef dan Kaharuddin Ongko mendirikan Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII), yang menjadi wadah bagi kontribusinya dalam memajukan pendidikan ekonomi dan bisnis di Indonesia.
Perjalanan Kwik Kian Gie di Dunia Politik
- Bergabung aktif di PDI (kemudian PDI‑Perjuangan), menduduki posisi strategis di Balitbang PDI sejak awal 1990-an.
- Menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) pada periode singkat Oktober 1999.
- Di era Presiden Abdurrahman Wahid, diangkat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) dari Oktober 1999 hingga Agustus 2000.
- Pada Kabinet Megawati Soekarnoputri (2001-2004), menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas, sebelum digantikan oleh Sri Mulyani Indrawati pada Oktober 2004.
Citra dan Kiprah Publik
- Kwik Kian Gie dikenal sebagai pengkritik keras kebijakan ekonomi rezim Orde Baru, dan sering mengungkapkan pandangannya melalui tulisan-tulisannya di media nasional seperti Kompas pada era 1980-an hingga 1990-an.
- Kwik Kian Gie dikenal sangat lantang dalam menentang kebijakan perpanjangan PKPS dan pernah mengancam akan mengundurkan diri sebagai kepala Bappenas jika pemerintah terus melanjutkan perpanjangan utang yang bermasalah dan merugikan rakyat.
- Pernah disebut sebagai calon presiden potensial pada Pemilu 2009 oleh beberapa organisasi independen, meski peraturan kala itu belum memperbolehkan calon independen.
- Menjadi salah satu penasihat ekonomi pasangan calon Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilu Presiden 2019.
Kepergian Kwik Kian Gie merupakan kehilangan besar bagi Indonesia, terutama bagi kalangan akademisi dan politisi yang mengadvokasi kebijakan ekonomi yang adil dan berkeadilan.
Kontribusinya dalam menghidupkan diskusi dan perdebatan tentang isu-isu ekonomi sangat berarti bagi ruang publik Indonesia.
Sepanjang hayatnya, Kwik dikenal sebagai sosok yang konsisten berjuang demi kesejahteraan rakyat. Ia menempuh jalur pendidikan, menyuarakan kritik intelektual, dan juga merumuskan kebijakan nasional demi tercapainya keadilan sosial dan ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA