INDOZONE.ID - Konferensi Ketenagakerjaan International (ILC) ke-113 di Palais des Nations, Jenewa, Swiss ikut dihadiri oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Dalam kesempatan itu, Apindo menekankan kebijakan mendukung ekosistem ekonomi digital.
Apindo sendiri diketahui hadir sebagai bagian dari delegasi tripartit Indonesia bersama pemerintah dan serikat pekerja.
Baca juga: PLN Batam Terapkan Penyesuaian Tarif Listrik untuk Golongan Pelanggan Mulai 1 Juli 2025
Dalam konferensi itu, seluruh pihak tripartit sepakat tentang pentingnya perlindungan menyeluruh baik bagi pekerja maupun keberlanjutan ekosistem platform termasuk UMKM.
Pembahasan itu sendiri saat ini belum final dan baru mencakup sekitar 15 persen.
Juru Bicara Kelompok Pengusaha Internasional asal Ameriksa Serikat, Ewa Staworzynska mengatakan jika diskusi ini sangat penting.
Baca juga: Wamen BUMN Kunjungi Desa Ulian Kintamani, Dorong Ekonomi Perempuan Prasejahtera Bersama PNM Mekaar
"Diskusi tahun pertama ini membuktikan pentingnya dialog sosial. ILO tetap harus menjadi lembaga rujukan bukan ruang legislasi yang memaksakan agenda nasional atau regional," kata Ewa.
Dalam sidang plenary ILC, delegasi Kelompok Pengusaha Indonesia sekaligus Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam mengatakan kondisi global saat ini masih menantang seperti ketidakpastian perdagangan, biaya produksi sampai nilai tukar.
"Meski demikian, ekonomi Indonesia tetap tangguh dengan pertumbuhan 4,87 persen dikuartal pertama 2024, namun tantangan ketenagarkerjaan masih besar, 7,47 juta pengangguran, 11,56 juta setengah menganggur dan tingginya proporsi pekerja informal," pungkas Bob.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: