Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 22 MEI 2026 • 20:15 WIB

Kemendag Respons Aturan Ekspor Sawit dan Batu Bara Lewat BUMN: Selama Ini Sudah Berjalan Sendiri

Kemendag Respons Aturan Ekspor Sawit dan Batu Bara Lewat BUMN: Selama Ini Sudah Berjalan SendiriDirektur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria (INDOZONE/Putri Octavia Saragih)

INDOZONE.ID - Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, menanggapi terkait kebijakan ekspor kelapa sawit dan batu bara hanya bisa melalui BUMN, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Menurutnya, selama ini ekspor kedua komoditas tersebut sudah berjalan dengan mekanisme pasar yang terbentuk sendiri.

"Kalau untuk sawit dan batu bara, selama ini akan berjalan dengan sendirinya di masyarakat seperti itu," ujar Ari Satria saat ditemui di Alun-Alun Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta pada Kamis (22/5/2026).

Baca juga: Ekspor Sawit dan Batu Bara Satu Pintu, Apa Dampaknya bagi Pengusaha?

Ia juga menyinggung kondisi nilai tukar rupiah yang belakangan melemah terhadap dolar AS. 

Secara teori, pelemahan rupiah memang dapat membuat harga produk Indonesia lebih kompetitif di pasar internasional sehingga berpotensi mendorong ekspor.

"Secara teoritis kan memang dengan pelemahan rupiah, seharusnya harga barang kita jadi lebih bersaing," katanya.

Meski begitu, Ari menilai dampak pelemahan rupiah terhadap peningkatan ekspor belum bisa langsung terlihat karena kondisi tersebut masih terjadi dalam waktu singkat.

"Tapi ini kan pelemahan rupiah baru seminggu ini, jadi dampaknya belum terlihat. Mungkin kalau teman-teman melihat catatan ekspor, mungkin dua bulan ke depan baru bisa kelihatan," jelasnya.

Menurut Ari, keuntungan dari pelemahan rupiah akan lebih terasa bagi produk yang bahan bakunya berasal dari dalam negeri.

"Kalau produknya bahan bakunya 100 persen lokal, harusnya bisa lebih diuntungkan," ujarnya.

Namun, ia mengingatkan kondisi berbeda bisa terjadi pada industri yang masih bergantung pada bahan baku impor. Pelemahan rupiah justru dapat meningkatkan biaya produksi.

"Kalau produk-produk yang bahan bakunya impor, mungkin akan sulit juga karena kenaikan harga bahan bakunya akan berpengaruh," tandasnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Ubah Aturan Ekspor SDA, BUMN Jadi Penjual Tunggal Batu Bara hingga Sawit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kemendag Respons Aturan Ekspor Sawit dan Batu Bara Lewat BUMN: Selama Ini Sudah Berjalan Sendiri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!