Ilustrasi bedakan emas asli dan palsu. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Emas masih jadi salah satu instrumen investasi favorit karena dianggap aman dan nilainya cenderung stabil dalam jangka panjang.
Tapi di balik itu, risiko tertipu emas palsu juga nyata. Makanya, penting buat kamu tahu cara membedakan emas asli dan palsu sebelum beli, biar nggak boncos di kemudian hari.
Baca juga: Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Stabil, Akankah Melonjak Besok? Cek Analisanya!
Cara paling basic yang bisa kamu lakukan adalah lihat langsung kondisi fisiknya. Emas asli biasanya punya cap atau kode tertentu, seperti 999, 24K, 22K, atau 18K yang menunjukkan kadar emasnya. Semakin tinggi angkanya, semakin tinggi juga kandungan emas murninya.
Kalau emas palsu, biasanya cap nggak jelas, tipis, atau bahkan nggak ada sama sekali. Tapi tetap hati-hati, karena ada juga yang membuat cap palsu dan sekilas terlihat meyakinkan.
Emas murni itu nggak memiliki sifat magnetis. Jadi, kalau kamu dekatkan ke magnet dan ternyata ketarik, bisa jadi itu bukan emas asli atau sudah tercampur logam lain.
Tapi perlu diingat, untuk perhiasan hasilnya nggak selalu 100 persen akurat karena biasanya memang ada campuran logam lain supaya lebih kuat.
Baca juga: Masih Bingung Mau Menabung atau Investasi? Ini Perbedaannya yang Perlu Kamu Tahu
Cara ini cukup sering dipakai untuk cek cepat, kamu bisa gosok emas ke permukaan keramik polos yang nggak dilapisi glasir. Jika muncul garis hitam, kemungkinan besar itu emas palsu.
Kalau emas asli, biasanya nggak meninggalkan bekas hitam dan tetap kelihatan kuning cerah. Tapi jangan terlalu sering, karena bisa membuat permukaan emas jadi tergores.
Emas itu termasuk logam yang relatif lunak, apalagi jika kadarnya tinggi. Makanya, kalau ditekan atau digigit pelan, biasanya meninggalkan bekas kecil.
Sebaliknya, emas palsu cenderung lebih keras dan nggak mudah berubah bentuk. Tapi cara ini lebih cocok untuk emas batangan, bukan perhiasan.
Ini termasuk metode yang lebih akurat, tapi juga harus ekstra hati-hati. Emas asli nggak akan bereaksi saat terkena asam nitrat.
Sedangkan emas palsu bisa berubah warna, misalnya jadi kehijauan, putih susu, atau kuning kusam tergantung bahan logamnya. Karena berbahaya, cara ini sebaiknya dilakukan oleh yang sudah berpengalaman.
Kedengarannya simpel, tapi cukup efektif. Emas asli itu nggak berbau, bahkan setelah dipakai lama.
Jika kamu mencium bau amis atau seperti karat, bisa jadi itu bukan emas murni karena mengandung logam lain seperti tembaga atau kuningan.
Baca juga: Mengenal Emiten dan Lembaga Penunjang Pasar Modal, Ini 8 Faktanya!
Emas dikenal sebagai penghantar panas yang baik. Jadi saat disentuh, emas asli biasanya cepat menyesuaikan suhu tubuh.
Jika terasa lambat atau dingin lebih lama, kemungkinan kandungan emasnya rendah atau bahkan palsu.
Saat dijatuhkan ke permukaan keras, emas asli biasanya menghasilkan suara yang lebih nyaring dan berdenging sedikit lebih lama. Sementara emas palsu cenderung berbunyi lebih pendek dan agak flat.
Cara ini lebih teknis tapi cukup akurat. Kamu bisa hitung densitas emas dengan rumus massa dibagi volume air yang dipindahkan.
Emas murni 24 karat biasanya punya densitas sekitar 19,3 g/ml. Kalau hasilnya mendekati angka itu, kemungkinan besar emasnya asli.
Jika masih ragu, cara paling aman adalah bawa ke tempat terpercaya seperti Pegadaian atau toko emas resmi.
Di sana, emas kamu bakal dicek menggunakan alat khusus dan hasilnya jauh lebih akurat, mulai dari kadar emas hingga estimasi nilainya.
Baca juga: Memahami Kebijakan Fiskal: Cara Pemerintah Mengelola Pajak dan Belanja Negara
Memahami cara membedakan emas asli dan palsu itu penting, apalagi jika kamu mau investasi. Jangan hanya tergiur harga murah, tapi pastikan juga keaslian produknya.
Dengan langkah yang tepat, kamu bisa investasi emas dengan lebih aman, tenang, dan pastinya minim risiko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pegadaian.co.id